Ditemukan Kota dan Makam Kuno Petinggi Mesir Berusia 7 Ribu Tahun

Oleh Tanti Yulianingsih pada 24 Nov 2016, 20:17 WIB
Diperbarui 24 Nov 2016, 20:17 WIB

Liputan6.com, Kairo - Ilmuwan di Mesir menemukan sebuah area tersembunyi dalam penggaliannya: sebuah kota dan pemakaman berusia 7.000 tahun lebih dari Dinasti Pertama di Provinsi Sohag Selatan.

Informasi tersebut dipublikasikan Antiquities Ministry atau Kementerian yang mengurusi peninggalan prasejarah, pada Rabu 23 November 2016 waktu setempat.

Temuan ini bisa jadi keuntungan bagi industri pariwisata Mesir yang tengah menurun, sejak pemberontakan yang menggulingkan diktator Husni Mubarak pada 2011. Bidang itu tetap menjadi sumber penting untuk mendapatkan pemasukan dari mata uang asing.

Para ahli menduga, 'kota' itu kemungkinan dibangun untuk tempat tinggal para pejabat tinggi dan pembangun makam. Di dalamnya ditemukan pula kuburan besar kuno yang memiliki desain, menunjukkan seberapa terampilnya mereka saat itu.

"Penemuan itu dapat menghasilkan wawasan baru tentang Abydos, salah satu kota tertua di Mesir Kuno," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (24/11/2016).

Para ahli mengatakan Abydos adalah ibukota Mesir menjelang akhir Periode Predinastik, selama pemerintahan pertama dari empat dinasti.

Benda-benda yang ditemukan di penggalian di Mesir. (Al-Masry Al-Youm)

Penemuan itu didapatkan 400 meter dari Kuil Seti I, bangunan memorial dari era New Kingdom (Kerajaan Baru) di Sungai Nil yang saat ini dikenal dengan Luxor.

"Para arkeolog sejauh ini telah menemukan gubuk, puing gerabah dan alat-alat besi serta 15 kuburan besar, beberapa di antaranya adalah lebih besar dari makam raja-raja di Abydos," papar kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Ukuran kuburan yang ditemukan lebih besar dari kuburan kerajaan di Abydos dari masa Dinasti Pertama, yang membuktikan seberapa pentingnya orang-orang yang dimakamkan di sana dan status sosial tinggi pada era awal sejarah Mesir kuno," imbuh kementerian itu.

Industri pariwisata Mesir telah berjuang untuk pulih sejak pengeboman sebuah pesawat Rusia yang membawa 224 orang dari sebuah resor Laut Merah pada Oktober 2015.

Lebih dari 14,7 juta wisatawan mengunjungi Mesir pada tahun 2010, jumlah tersebut turun hingga 9,8 juta pada 2011. Pada kuartal pertama 2016 hanya ada 1,2 juta wisatawan ke sana, turun dari 2,2 juta tahun sebelumnya.