Pererat Hubungan RI-Jepang, Guru Besar UI Terima Bintang Jasa

Oleh Citra Dewi pada 01 Agu 2016, 22:24 WIB
Diperbarui 01 Agu 2016, 22:24 WIB
Pererat Hubungan RI-Jepang, Guru Besar UI Terima Bintang Jasa
Perbesar
I Ketut Surajaya dinilai berjasa dalam memperkokoh hubungan antara Jepang dan Indonesia dalam bidang pendidikan dan penelitian (Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Program Studi Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universtas Indonesia, I Ketut Surajaya, dianugerahi bintang jasa "The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon".

I Ketut Surajaya dinilai berjasa dalam memperkokoh hubungan antara Jepang dan Indonesia di bidang pendidikan bahasa Jepang dan penelitian kejepangan selama lebih dari 30 tahun.

"Tak sedikit anak didik beliau yang memiliki prestasi sangat bagus sebagai peneliti di bidang kejepangan dan pendidikan bahasa Jepang. Semua itu adalah berkat kontribusi beliau dalam hal pengembangan sumber daya manusia," ujar Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki, dalam kata sambutannya sebelum memberikan bintang jasa di kediaman resminya pada Senin (1/8/2016).

Selain menjadi dosen, I Ketut Surajaya juga merupakan peneliti yang sangat aktif. Ia turut membantu perkembangan dan memperkenalkan penelitian kejepangan, sejarah, dan budaya tak hanya di Indonesia namun juga Asia Tenggara.

"Kegiatan beliau tak hanya terbatas di dalam negeri, namun juga terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk asosiasi Jepang di Asia Tenggara dan telah memberikan kontribusinya yang sangat besar terhadap penelitian kejepangan di wilayah ASEAN," kata Dubes Tanizaki.

Selain menjadi dosen dan peneliti, I Ketut Surajaya juga dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pendirian Universitas Darma Persada (Unsada), yakni perguruan tinggi swasta yang didirikan oleh pelajar Indonesia yang pernah menimba ilmu di Jepang.

"Beliau turut andil sebagai panitia pendiri mulai dari tahap awal gagasan pendirian Unsada, bahkan setelah pendirian tersebut beliau berperan penting dalam operasional universitas," jelas Dubes Tanizaki.

Sementara itu, I Ketut yang menerima bintang jasa mengaku tak pernah membayangkan sebelumnya bahwa akan menerima suatu penghormatan langsung dari Jepang. Pria kelahiran Tabanan itu mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap Jepang sejak SMA.

"Melalui pemahaman berkesinambungan terhadap budaya Jepang yang penuh harmoni tersebut, merupakan kehormatan terbesar karena telah diizinkan membangun jembatan emas dalam hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang," tutur I Ketut Surajaya setelah menerima penghargaan bintang jasa.

"Apa yang telah saya pribadi capai selama ini merupakan hal yang sangat kecil dan tidak lebih besar dari setetes air laut dalam hasil penelitian di bidang kejepangan," imbuhnya.

Guru Besar Universitas Indonesia itu juga menambahkan, ia akan terus melanjutkan melanjutkan penelitian di bidang kejepangan dan memberikan kontribusi bagi hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang sebagai bentuk jawaban atas penghormatan yang telah diberikan kepadanya.