Ini Pertanda Kehadiran Manusia Jadi 'Dalang' Kepunahan di Bumi?

Oleh Citra Dewi pada 02 Agu 2016, 06:30 WIB
Diperbarui 23 Feb 2017, 17:42 WIB
Penampakan Bumi dari angkasa luar

Liputan6.com, Nashville - Ilmuwan mengklaim ada 'insinyur' berupa organisme kuno yang telah memusnahkan kehidupan di Bumi. Lebih lanjut lagi, para ahli mengaitkannya dengan keberadaan manusia di planet ini.

Hal tersebut diungkap setelah para peneliti mengkaji penyebab kepunahan pada periode Akhir-Ediakara (Late Ediacaran) yang berlangsung 540 juta tahun lalu dan mengubah jalan kehidupan Bumi untuk selamanya.

Ediakara adalah periode geologi ketiga dan terakhir pada era Neoproterozoikum. Fosil dari periode tersebut jarang ditemukan, karena hewan bercangkang keras belum berkembang.

Biota dari periode Ediakara termasuk organisme multisel tertua dan memiliki jaringan, dengan jenis paling umum menyerupai cacing tersegmentasi, daun, atau cakram.

Dikutip dari News.com.au, Senin (1/8/2016), peneliti menemukan bukti bahwa kiamat prasejarah itu sebenarnya disebabkan karena kehadiran organisme bertipe baru.

Lantas apa kaitannya dengan manusia?

Para ilmuwan mengkhawatirkan, kehadiran manusia memiliki efek yang sama besar pada bentuk kehidupan lainnya.

Ilustrasi organisme yang hidup di periode Ediakara (John Sibbick)

Asisten profesor ilmuwan bumi dan lingkungan di Vanderbilt University, Simon Darroch, beserta dengan timnya berfokus meneliti organisme Ediakara yang menghilang saat tipe hewan baru hadir.

"Spesies baru merupakan insinyur ekologi yang mengubah lingkungan dengan cara membuat (organisme) Ediakara lebih sulit untuk bertahan hidup," kata Darroch.

"Kepunahan periode Akhir-Ediakara menunjukkan bahwa evolusi tingkah laku baru secara mendasar dapat mengubah planet secara keseluruhan, dan saat ini kita manusia merupakan insinyur ekosistem paling kuat yang pernah diketahui," jelasnya.

Para ilmuwan menemukan sebuah tapak baru yang menunjukkan bahwa organisme Ediakara sempat hidup berdampingan dengan hewan primitif dalam waktu singkat sebelum akhirnya punah.

"Secara umum, situs fosil baru mengungkap potret sangat tak biasa dari ekosistem transisi...dengan Ediakara yang melekat pada kematian suram, sama seperti hewan berpenampilan modern menjadi beragam dan mulai menyadari akan potensi mereka," jelas Darroch.