Perjalanan Menyusuri Lokasi Angker dan Berhantu di Kota Seoul

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 03 Jul 2016, 06:30 WIB
Diperbarui 03 Jul 2016, 06:30 WIB
Konon, ada hantu bergentayangan di Jayuro Highway Seoul
Perbesar
Konon, ada hantu bergentayangan di Jayuro Highway Seoul (ZenKimchi)

Liputan6.com, Seoul - Di antara gedung-gedung pencakar langit yang menjulang, Kota Seoul menyimpan banyak kisah horor.

Cerita-cerita menyeramkan di ibukota Korea Selatan tersebut biasanya terkait dengan dengan pembunuhan mengerikan dan bunuh diri yang menghebohkan.

Konon, tempat-tempat angker itu berada di Seoul utara, yang menyimpan kisah-kisah suram lagi menyeramkan.

Pengamat sejarah sekaligus salah satu pengelola blog makanan ZenKimchi, Joe McPherson menjadi pemandu tur Dark Side of Seoul yang digelar tiap Jumat dan Sabtu di area Jongno, Gwanghwamun, dan Cheonggyecheon Stream.

"Alasan memulai tur ini adalah, aku suka kisah-kisah hantu. Setiap kota besar di dunia punya tur 'sisi gelap' semacam ini seperti Jack the Ripper di London. Namun, saat itu Seoul belum punya," kata dia seperti dikutip dari situs AsiaOne, Sabtu (2/7/2016).

Butuh waktu lebih dari setahun bagi pria itu untuk meneliti sejarah Korea, sekaligus periode-periode kelamnya.

Tur yang dipandu McPherson menyusuri area luas, dengan 20-30 pemberhentian -- diawali dari Stasiun Anguk, gang-gang di Jongno yang disesaki warung makan dan motel 'cinta', kemudian menuju area turis Insa-dong, dan berakhir di Cheonggyecheon Stream.

Meski kini dipenuhi rumah makan yang menjual perut babi panggang dan tahu sutra lembut yang direbus, gang sempit di dekat Stasiun Anguk dulunya menjadi lokasi kudeta berdarah pada Abad ke-15, pada era Joseon.

Di antara gedung-gedung pencakar langit yang menjulang, Kota Seoul menyimpan banyak kisah horor (Wikipedia)


Suyang, paman Raja Danjong yang masih berusia 12 tahun, menyergap sang penguasa dan rombongannya di sana. Saking banyaknya korban tewas, konon, jasad-jasad itu tak terhitung.

"Aromanya sungguh busuk saat mereka membakar tempat kejadian untuk membersihkan jenazah. Itu mengapa area itu dijuluki 'gang abu' sejak saat itu. Kini lokasinya berada di Jae-dong," jelas McPherson ketika memandu tur.

Tur tersebut biasanya dihadiri 10 orang, mayoritas turis dan para ekspatriat di Korea. Puncaknya pada September dan Oktober, menjelang Halloween.

Tak hanya sejarah masa lalu, sejumlah kabar burung dari era modern juga dieksplorasi dalam tur itu.

"Seorang artis Korea kala itu sedang menyetir di sepanjang Jayuro Highway. Di tengah jalan, ia melihat seorang perempuan berkaca mata hitam yang mengacungkan jempol -- tanda ingin menumpang," kata McPherson di bawah cahaya remang-remang di Cheonggyecheon Stream.

"Namun, ketika mendekat, selebritas pria tersebut menyadari, perempuan tersebut tak mengenakan pelindung indra penglihatan. Apa yang tampak seperti kaca mata hitam itu adalah lubang tengkorak."

3 Tempat Paling Angker di Korsel

Sejumlah kisah hantu di Korea biasanya dikaitkan dengan tiga 'tempat angker' yang kerap dikunjungi: rumah sakit jiwa tua di Gonjiam, Provinsi Gyeonggi; restoran daging panggang tua di  Neulbom Garden di Jecheon; dan rumah kosong di Yeongdeok.

Cerita horor di restoran daging digambarkan terkait kemunculan hantu perempuan, dengan wajah putih pucat, yang memandu para pengunjung memarkirkan kendaraan. Alih-alih tanah lapang, korbannya dijebak menempatkan mobilnya di atas sawah berlumpur.

Hantu 'iseng' itu juga konon menyaru sebagai pelayan, mencatat pesanan tamu -- yang tentu saja tak pernah sampai ke dapur.

Sementara itu, rumah angker di  Yeongdeok kabarnya dihuni banyak sekali hantu dari berbagai periode. Bahkan, desas-desus menyebut, para paranormal pun enggan mendekat.

Para pemburu hantu yang mendekat, menurut kabar yang beredar, kerap mengalami gejala serupa, mendadak pusing -- pertanda yang diyakini terkait kerasukan roh halus.

"Saat aku memasuki ruangan di lantai dua, jendela yang menghadap gunung. Meski saat itu tengah hari, aku merasa kedinginan dan kemudian kepalaku pusing," kata blogger Mozambique Drill dalam blog Seeing Ghosts.

Sejarahnya, rumah tersebut menjadi lokasi terakhir 700 siswa dalam pertempuran di tengah Perang Korea pada tahun 1950.

Sebagian besar tentara pelajar, ditugaskan untuk memotong rute pasokan Korea Utara. Mereka tewas di tangan pasukan elite Korut sebelum satuan cadangan Korsel tiba di lokasi.

Sebanyak 700 tentara muda, kecuali mereka yang berhasil selamat, tewas atau hilang. Jasad mereka tak pernah ditemukan.

Lanjutkan Membaca ↓