30-4-1973: Skandal yang Lengserkan Presiden AS Richard Nixon

Oleh Rasheed Gunawan pada 30 Apr 2016, 12:12 WIB
Diperbarui 07 Agu 2017, 18:02 WIB
20160123-nixon

Liputan6.com, Washington DC - Pada 30 April 1973, atau 43 tahun silam, skandal politik menggucang Pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Richard Nixon. Ketika itu, menyeruak skandal bernama Watergate yang pada akhirnya melengserkan Sang Kepala Negara.

Skandal ini bermula dari tertangkapnya lima pria yang berusaha membobol masuk ke kompleks perkantoran Komite Nasional Demokrat. Mereka diketahui hendak memasang alat penyadap.

Menanggapi penangkapan ini, Presiden Nixon geram dan angkat bicara. Dia bersumpah akan mengungkap kasus dan motif penyadapan ini. “Saya janji akan mengungkap apa yang terjadi di Gedung Putih.”

Beberapa saat sebelumnya, Jaksa Agung Richard G Kleindienst, Penasihat Kepresidenan HR Halderman dan John D Ehrlichman, serta pejabat Konsulat Kepresidenan John W Dean III mengundurkan diri.
 


Presiden Nixon langsung menunjuk Menteri Pertahanan Elliott L Richardson sebagai Jaksa Agung yang baru dan menugaskannya untuk mengungkap skandal Watergate tersebut.

“Jangan sampai negara kita terpuruk karena hal ini. Keadilan harus ditegakkan,” tegas Nixon.

Sementara itu, Partai Demokrat meminta agar dibentuk Komite Khusus untuk mengungkap skandal ini, lantaran ada dugaan keterlibatan Nixon dalam kasus ini. Penyusupan ini diduga kuat dilakukan oleh anak buah Nixon demi menggapai kursi presiden selanjutnya.

Januari 1973, empat terdakwa pembobolan kantor Demokrat divonis bersalah. Hakim Sidang John Sirica menemukan indikasi adanya konspirasi politik. Dan hasil investigasi komite khusus menyatakan bahwa hal ini merupakan upaya Partai Republik untuk menjatuhkan Partai Demokrat.

Presiden Nixon kemudian meluncurkan catatan pembicaraan yang direkam berkaitan dengan masalah watergate pada April 1974. Mahkamah Agung kemudian memerintahkan Presiden Nixon untuk menyerahkan semua rekaman tersebut.

Setelah itu, komite yang dibentuk oleh kongres mengeluarkan impeachment atau tuntutan untuk berhenti terhadap presiden. Presiden Nixon kemudian mengeluarkan pernyataan dan mengakui bahwa dirinya mengetahui adanya upaya untuk menutup-nutupi tidak lama setelah peristiwa Watergate dan bahwa dia mencoba menghentikan penyelidikan FBI.

Pada 8 Agustus 1974, Presiden Nixon akhirnya mengundurkan diri. Dalam peristiwa ini juga terbongkar fakta mengenai korupsi Partai Republik dalam pengumpulan dana pemilihan, daftar rahasia di Gedung Putih dari lawan-lawan politiknya melalui penyadapan telepon, fitnah yang disebarkan terhadap calon-calon Presiden dari Partai Demokrat, dan fakta-fakta lainnya.

Pada tanggal yang sama pada 1492, Spanyol memberi izin berlayar pada Christopher Columbus. Dan pada 1789, George Washington mulai menjabat sebagai presiden pertama Amerika Serikat.

Sementara pada 30 April 1803, Amerika Serikat membeli Louisiana seharga US$15 juta dari Perancis.