Misteri Gaun Berusia 400 Tahun dan Penyelundupan Emas Kerajaan

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 23 Apr 2016, 07:21 WIB
Diperbarui 23 Apr 2016, 07:21 WIB
Misteri Gaun Berusia 400 Tahun dan Penyelundupan Emas Permata
Perbesar
Misteri Gaun Berusia 400 Tahun dan Penyelundupan Emas Permata (AFP)

Liputan6.com, Hague - Sebuah gaun mewah berbahan sutra berusia 400 tahun yang ditemukan di bangkai kapal di perairan Belanda menguak misteri yang terjadi beberapa abad lalu.

Diduga, gaun itu bisa jadi adalah petunjuk misi paling rahasia untuk menyelundupkan emas permata pada malam hari tatkala Perang Bersaudara Inggris berlangsung.

Gaun itu ditemukan oleh penyelam di perairan Belanda, Pulau Texel dua tahun lalu. Kendati demikian, benda itu masih misterius. Para ahli sejarah saat itu mencari asal usul gaun itu.

 

 

Gaun itu merupakan penemuan maritim paling penting bagi Belanda. Benda itu adalah milik Jean Kerr, Countess of Roxburghe sekaligus pelayan Ratu Henrietta Maria, istri Charles I.

Baju itu dinyatakan hilang saat sebagian kapal kerajaan karam setelah cuaca buruk ketika menyeberang dari Dover ke Hellevoetsluis di Belanda pada Februari 1642.

Apa yang membuat peran wanita pelayan bangsawan lebih menarik adalah, dia pernah menjadi mata-mata di saat pemerintahan James I, ayah Charles. Kala itu ia menyampaikan informasi kepada Raja Spanyol.

Sejumlah barang lainnya termasuk sisir, pembatas buku, mantel dan botol parfum ditemukan di kapal karam itu. Barang-barang itu terkubur di bawah pasir di dasar laut yang melindungi dari erosi.

Ahli sejarah Nadine Akkerman dari Universitas Leiden tahu mengenai baju itu berdasarkan surat yang ditulis oleh Elizabeth Stuart atau Ratu Musim Dingin, anak perempuan dari James I yang tinggal di pengasingan di Hague.

Keterkaitan gaun dan surat itu membuat Akkerman gembira. Ahli sejarah yang fasih dalam bidang sejarah perempuan dan telah menuliskan dua terbitan berisi korespondensi Elizabeth Stuart.

"Aku tengah duduk menunggu pesawat di bandara sekembalinya dari suatu konferensi ketika sadar ada surat Elizabeth yang mengatakan gaun pembantu pribadinya hilang," kata Akkerman seperti dilansir dari The Guardian, Jumat 22 April 2016.

"Sungguh luar biasa menemukan gaun Abad ke-17 saat itu, namun menemukan keterkaitan baju dengan pemiliknya adalah hal spektakular," lanjut Akkerman.

Kapal tersebut secara resmi membawa putri Charles I , Mary, untuk bergabung dengan suaminya, William II, Prince of Orange setelah keduanya menikah setahun sebelumnya. Namun, alasan sesungguhnya adalah menjual perhiasan  melalu kontak Elizabeth Stuart dan mengumpulkan uang untuk tentara kerajaan.

"Ini adalah misi berbahaya dan sensitif, yang mengindikasikan ada fakta surat Elizabeth ditulis dengan bahasa sandi," beber Akkerman.

Akkerman dan ahli sejarah Helmer Helmers dari Amsterdam University menyimpulkan, itu milik Jean Kerr yang saat itu berusia 56 tahun.

"Ia seorang perempuan yang menarik," jelas Akkerman. "Anne dari Denmark, istri James I, tahu kalau Kerr memberikan informasi namun membiarkannya. Ia tak mau mengambil risiko Kerr mengklaim dirinya dituduh bukan-bukan. Kendati demikian, itu bisa saja strategi berbahaya bagi Kerr, karena kapan saja ia bisa dijadikan kambing hitam," tutup Akkerman.