Iring-iringan Dubes AS untuk PBB Tewaskan Bocah di Kamerun

Oleh Citra Dewi pada 19 Apr 2016, 14:20 WIB
Diperbarui 19 Apr 2016, 14:20 WIB
Samantha Power
Perbesar
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power (Reuters).

Liputan6.com, Mokolo - Insiden menyedihkan terjadi saat Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, mengunjungi Kamerun. Mobil rombongan dubes tersebut menabrak anak berusia 7 tahun hingga menyebabkan korban meninggal dunia. 

Kecelakaan tersebut terjadi di dekat kota kecil bernama Mokolo, Kamerun Utara. Kala itu Power beserta rombongan dan wartawan yang menyertainya menuju tempat pengungsi dan orang-orang telantar akibat serangan brutal oleh Boko Haram di Afrika Barat.

Seperti yang dikutip dari Independent, Selasa (19/4/2016), Power sangat berduka atas peristiwa tersebut. Ia pun mengunjungi keluarga korban untuk mengungkapkan belasungkawa yang mendalam.

Dilaporkan iring-iringan mobil melaju dengan kecepatan lebih dari 96 kilometer per jam ketika banyak warga berjajar di pinggir jalan untuk melihat rombongan Power.

Namun tiba-tiba anak itu melesat ke jalan dan mobil keenam dalam rombongan Power tak sempat mengendalikan lajunya.

Pada saat kejadian, seorang laki-laki dengan tangan yang terangkat ke atas berlari menuju jalan untuk menghentikan bocah tersebut.

Mobil yang menabrak bocah tersebut kemudian berhenti. Namun satuan keamanan Amerika memintanya untuk melanjutkan perjalanan karena wilayah tersebut dianggap tak aman.

Sebuah ambulans yang berada di dalam rombongan langsung menghampiri bocah yang tertabrak. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit setempat, tapi nyawanya tak tertolong.

Setelah insiden tersebut, rombongan Power memelankan laju kecepatannya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya