Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

Verifikasi UmurStop di Sini

Dokter Hingga Penari Telanjang, Ini 6 'Rahasia Terdalam' Profesi

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 06 Apr 2016, 20:33 WIB
Diperbarui 06 Apr 2016, 20:33 WIB
Curhat 6 Profesional tentang Rahasia Tergelap di Tempat Kerja
Perbesar
Curhat 6 Profesional tentang Rahasia Tergelap di Tempat Kerja (news.com.au)

Liputan6.com, Sydney - Rahasia-rahasia gelap cenderung kotor yang dimiliki pekerja profesional diungkap oleh sejumlah orang.

Dokter, teknisi penerbangan hingga ke... 'pengacara' alias pengangguran banyak acara memiliki rahasia di balik profesi yang mereka emban. Beberapa di antaranya terdengar mengagetkan, dan kadang menganggu.

Para pekerja yang memberikan kesaksian berasal dari berbagai belahan dunia. 

 

Rahasia ini mungkin akan membuat Anda berpikir untuk tidak makan di restoran mewah lagi atau membuat bertanya-tanya, apa yang ada di benak guru anak Anda.

Berikut rahasia sejumlah profesional, mulai dari dokter, pekerja rumah sakit hingga penari telanjang. Mereka berterus terang mengenai pekerjaan mereka. Liputan6.com mengutip dari News.com.au, Selasa 5 April 2016.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyaji Makanan

Mungkin ini waktunya untuk menukar makanan mewah Prancis, escargot dengan sekedar burger Big Mac.

Tak banyak yang tahu, industri makanan cepat saji mungkin memiliki standar tinggi kebersihan dibanding restoran mewah.

Seorang pelayan membawakan pesanan pengunjung saat Festival Bir Oktoberfest di Munich, Jerman, (19/9/2015). Oktoberfest di Jerman adalah festival bir terbesar di dunia yang akan berlangsung hingga 4 Oktober 2015. (AFP Photo / Josef Hildenbrand)

Salah satu pekerja cepat saji tahu betul bagaimana dapur dari sebuah restoran mewah. Tak hanya itu, metode mereka menyajikan makanan dapat membuat pekerja fast food bakal dipecat.

Di antaranya, berdasarkan pengakuan, para pramusaji di restoran mewah akan disuruh menggoreng kembali makanan pembuka yang tak sengaja jatuh ke lantai.

Restoran itu juga menggunakan makanan bekas tamu yang terlihat tak tersentuh oleh tamu karena, "tukang masak terlalu sibuk atau terlalu malas untuk memasak lagi."

Para pekerja juga mengatakan restoran mewah akan merancang menu seakan-akan baru dengan diskon karena daging yang mereka gunakan sudah tak 'layak pakai'.

Sementara, jaringan rumah makan cepat saji sangat ketat terutama dalam hal membuang makanan dan mencatat tanggal pemakaian bahan makanan.

"Makanan yang terbuang sudah termasuk budget mereka," kata pekerja yang tak ingin disebutkan namanya.

Satu lagi rahasia para penyaji makanan di restoran mewah ini mungkin membuat Anda membatalkan rencana makan malam.

Menurut pengguna Reddit, koleganya pernah tak sengaja melukai jarinya saat memotong tomat. Parahnya, ia tak memakai sarung tangan.

"Lagi pula, darah itu merah dan asin, kata kolega saya itu," ujar pengakuan pengguna Reddit.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pendidik

Orangtua biasanya mempercayakan anaknya kepada guru. Mereka bisa mengajarkan ilmu yang mungkin Anda sendiri tidak mampu.

Tapi tahukah, para pendidik itu kadang mengomentari murid-murid mereka yang malas dan badung sebelum mengajar.

Foto: The Daily Mail

"Saya mungkin berasumsi semua orang tahu, tapi tak jarang ada yang kaget begitu mendengar bagaimana guru memperbincangkan muridnya satu sama lain tanpa pertimbangan hal akademis sama sekali," ungkap salah seorang pendidik.

Rahasia lain mungkin bisa membuat patah hati seluruh orangtua.

Gambar berwarna yang para ayah atau ibu tempel di kulkas yang dilakukan anaknya di tempat penitipan anak kemungkinan besar bukan karya buah hatinya.

"Ada sekitar 5 persen para bocah tidak melakukan itu," kata penjaga anak.

"Saat kami menuliskan nama mereka di kertas, bocah-bocah itu sudah saling bertukar kertas. Bahkan, terkadang kami lupa membubuhkan nama," terangnya lagi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pekerja Kesehatan Profesional

Ahli bedah juga manusia yang kerap melakukan kesalahan.

"Ahli bedah itu kalau sedang tidak mengoperasi biasanya mereka bermain sandiwara," ungkap salah seorang dari mereka.

Dokter di unit gawat darurat pun terkadang mengakui apa yang mereka pikirkan.

Ilustrasi Dokter (Istimewa)

"Kami sering merasa ketakutan akan mengacaukan sesuatu, hanya saja, kami berhasil menyembunyikannya dengan baik," tutur salah seorang doker.

"Memiliki sedikit perasaan takut itu penting, itu membuatmu ingat bahwa nyawa manusia berada dalam bahaya jika kita melakukan kesalahan," ujarnya lagi.

Selain itu, jika Anda datang ke UGD dan berbicara tentang hewan piaraan, atau topik yang tak berhubungan dengan kesehatan, para dokter itu tak akan mendengarkannya.

"Aku hanya fokus dengan apa yang salah terhadap pasien dan membuat rencana menginvestigasi atau merawatnya," kata dokter yang lain.

"Kami mencoba membuat ekspresi wajah kami datar buat pasien yang hobi basa-basi. Kadang kami tidak makan, minum, pipis hingga tak duduk selama 10 jam. Kami juga harus berusaha bekerja sungguh-sungguh, padahal itu hanya penyakit ringan," terang dokter itu.

"Butuh usaha besar pura-pura merawat dengan sungguh-sungguh kuku tumbuh dalam daging jempol atau selesma pasien, atau bertampang dingin saat memutuskan pasien ini membutuhkan antibiotik segera," tutupnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pekerja di Penerbangan

Pengakuan ini mungkin tidak cocok bagi mereka yang takut akan terbang.

Seorang pekerja di industri penerbangan sebagai teknisi selama 10 tahun mengatakan, serpih debu lebih kecil dari uang sen dapat menyebabkan bencana dalam kapal terbang.

-Ilustrasi-

"Ada alasan orang-orang di industri penerbangan cenderung untuk benar-benar 'gila' terhadap kebersihan mesin dan peralatannya," katanya.

Seorang pekerja penerbangan lainnya juga mengakui dirinya terobsesi dengan kebersihan, namun ia mengatakan mungkin penumpang tak ingin mendengar pengakuan pilot yang menerbangkan pesawat tiap hari.

"Mereka itu seperti bocah yang mempunyai masalah dengan alkohol, yang hanya percaya diri kalau minum," ungkapnya merujuk kepada penerbang yang sesungguhnya kerap kali ketakutan tiap terbang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penari Telanjang

Mungkin pendapat orang tentang striper atau penari telanjang adalah mereka wajib untuk minum alkohol banyak.

Namun, menurut salah seorang penari telanjang profesional, ia akan memilih melakukan hal sebaliknya.

Entah apa maksudnya, seorang ibu mengundang penari striptis di ulang tahun anaknya.

"Kemungkinan tamu membuatku mabuk dan mengambil keuntungan dariku jauh lebih kecil dibanding kalau aku yang membuatnya mabuk dan mengambil keuntungan dari mereka," ujar salah seorang penari striper profesional.

Para penari itu cenderung membuat perjanjian dengan bartender, meminta minuman yang disajikan untuk mereka lebih banyak kandungan air dibanding alkohol.

Namun, tak sedikit dari para penari profesional itu membiarkan pelanggannya memberi minuman.

"Kalau di ruangan VIP atau mereka memberi sampanye, aku akan minum, asalkan aku dapat mendapatkan keuntungan dari situ," kata penari itu.

"Kalau Anda membayar waktuku untuk bercakap-cakap, aku akan minum bersama Anda. Kalau tamu dan teman-temannya ingin menari dan pesta, aku dan kawan-kawanku akan melayani dan minum bersama mereka," tambahnya lagi.

"Namun, jika pesta baru dimulai pukul 22.00, dan aku harus kerja sampai pukul 6.00, dan tamu membawakan 6 shot tequila, mungkin aku akan menggantinya dengan air, karena sebelumnya aku telah meminum alkohol."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

'Pengacara' alias Pengangguran Banyak Acara

Kalau banyak yang berpikir pengangguran memiliki banyak waktu bermain Xbox, ternyata hal itu salah.

Ilustrasi Tidak Bekerja atau Pengangguran (iStockPhoto)

Salah seorang pengangguran menungkapkan rahasia terdalamnnya.

"Menjadi pengangguran membuat otakmu terkunci pada keingingan untuk bunuh diri. Dan keinginan itu muncul secara spontan," aku salah seorang pengangguran.

"Jadi pengangguran itu sangat tidak bahagia, justru kami iri dengan mereka yang menghabiskan waktu liburan dan menikmati kebebasan sedang cuti bekerja. Perasaan kami penuh dengan kekhawatiran, kebencian terhadap diri sendiri dan penuh dengki...Dan rasa itu terjadi tiap hari," ungkapnya.

"Pikirkan perasaan itu tiap kali Anda mengalami hal buruk di kantor," nasihatnya sang 'pengacara'.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya