Buron Rp 65 M Pimpinan Teror 'Sahabat' Al Qaeda Nigeria Ditangkap

Oleh Tanti Yulianingsih pada 04 Apr 2016, 11:26 WIB
Diperbarui 04 Apr 2016, 11:26 WIB
Buron Rp 65 M Pimpinan Teror 'Sahabat' Al Qaeda Nigeria Ditangkap
Perbesar
Khalid al-Barnawi pemimpin Ansaru, pecahan kelompok teroris terbesar Nigeria, Boko Haram ditangkap.

Liputan6.com, Kogi - Kabar baik bagi warga di Nigeria. Pemimpin kelompok militan 'sahabat' Al Qaeda, Ansaru ditangkap baru-baru ini. Demikian disampaikan pihak berwenang di sana.

"Khalid al-Barnawi ditangkap di Lokoja, ibukota negara pusat Kogi," kata seorang juru bicara militer seperti dikutip dari BBC, Senin (4/4/2016).

"Agen-agen keamanan membuat terobosan pada hari Jumat 1 April, dalam memerangi terorisme dengan menangkap Khalid al-Barnawi, pemimpin kelompok teroris Ansaru di Lokoja," kata juru bicara militer, Brigjen Rabe Abubakar.

"Dia adalah di antara mereka di atas daftar teroris kami inginkan," jelas Rabe Abubakar.

AS sebelumnya membuka sayembara perburuan Khalid al-Barnawi, menghargai kepalanya US$ 5 juta atau sekitar Rp 65 miliar. Sebab dia merupakan salah satu dari tiga orang paling dicari di Nigeria setelah dinyatakan sebagai teroris yang kerap membuat ancaman global pada tahun 2012.

Ansaru adalah grup militan yang memiliki pecahan kelompok teroris terbesar Nigeria, Boko Haram -- yang dikenal kerap menculik orang asing.

Kelompok lain yang digadang-gadang sejalan adalah Al Qaeda Islamic Maghreb (AQIM). Mereka kerap dituduh membunuh sejumlah orang Barat.

Ansaru menyatakan melakukan serangan terhadap sebuah penjara keamanan maksimum di Nigeria ibukota Abuja pada 2012, membebaskan puluhan tahanan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya