Terkuak, Rahasia Guci Harta Karun Viking Abad ke-9 di Skotlandia

Oleh Alexander Lumbantobing pada 24 Mar 2016, 16:23 WIB
Diperbarui 24 Mar 2016, 16:23 WIB
Temuan Guci Harta Karun Viking di Skotlandia *OTW (BANYAK FOTO)
Perbesar
Salah satu benda berharga yang ditemukan di dalam guci harta karun Viking di Galloway, Skotlandia. (Sumber Historic Scotland)

Liputan6.com, Galloway - Pada 2014 lalu di Skotlandia, warga dikejutkan oleh sebuah bangkai kapal di sebuah ladang di Galloway, Skotlandia. Temuan itu merupakan harta karun terbesar yang pernah ditemukan di Inggris. Termasuk, di antaranya adalah guci terbuat dari tembaga yang menjanjikan rahasia paling berharga. 

Kini, rahasia dalam guci itu akhirnya terkuak. 

Di dalamnya terdapat bros perak dari Irlandia, sutra dari Byzantium (sekarang Istanbul), dan juga emas serta kristal. Benda-benda itu diperkirakan berasal dari Abad ke-9 atau 10 M. Ada sekitar 100 benda ditemukan di dalamnya, demikian dikutip dari Daily Mail, Kamis (24/3/2016)

Richard Welander dari Historic Environment Scotland mengatakan, “Sebelum mengeluarkan benda-benda itu, kami melakukan sesuatu yang tidak biasa yaitu memindai guci dengan CT supaya bisa mengira-ngira apa isinya dan membuat rencana terbaik untuk mengeluarkannya.”

Guci harta karun bangsa Viking ditemukan di Galloway, Skotlandia. Usia guci diperkirakan sekitar 1000 tahun. (Sumber Historic Scotland)

“Dengan begitu kami bisa mengintip dulu, tapi saya tetap terkesiap sesudahnya. Benda-benda mengesankan itu memberikan pengertian tentang apa yang ada dalam benak kaum Viking di Galloway pada masa itu.”

“Mereka menceritakan tentang benda berharga pada masa itu, kisah persaingan antar penguasa, dan bahkan ada sejumlah benda yang menguak selera humor bangsa Viking yang tidak terduga selama ini.”

Benda-benda itu ditemukan oleh penggemar deteksi logam bernama Derek McLenann pada September 2014. Selama lebih dari 1 tahun, secara tekun pria berusia 47 tahun itu mencari di suatu daerah yang tidak disebutkan namanya di tanah milik Gereja Skotlandia di kota Dumfries dan Galloway.

Barang-baran peninggalan itu dianggap penting secara internasional dan sekarang ditangani oleh Treasure Trove Unit yang bertanggungjawab melakukan taksiran nilai temuan itu atas nama Office of Queen's and Lord Treasurer's Remembrancer.

Salib perak dalam guci harta karun bangsa Viking yang ditemukan di Galloway, Skotlandia. Usia guci diperkirakan sekitar 1000 tahun. (Sumber Derek McLennan dan SWNS)

Temuan itu kemudian akan ditawarkan untuk disebarkan ke sejumlah museum Skotlandia. McLennan layak mendapatkan ganjaran sesuai nilai di pasaran dan dibayarkan oleh museum yang mendapat jatah benda temuan itu.

McLennan mengaku kehabisan kata-kata ketika menemukan guci itu dan menjadi sangat emosional ketika ia memanggil istrinya yang mengira suaminya sedang kecelakaan mobil.

Di antara temuan itu ada salib Kristen berbahan perak murni yang berukirkan hiasan. Para pakar menjelaskan hal itu tidak biasa. Menurut McLennan hiasannya mungkin melambangkan Injil oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

“Menurut saya, hiasan itu mirip dengan ukiran yang dapat dilihat di reruntuhan peti mati St Cuthbert di kathedral Durham. Bagi saya, salib ini membuka kemungkinan adanya hubungan yang menarik dengan Lindisfarne dan Iona," ujar McLennan.

Pernak pernik dari guci harta karun bangsa Viking yang ditemukan di Galloway, Skotlandia. Usia guci diperkirakan sekitar 1000 tahun. (Sumber SWNS dan Church of Scotland)

Peninggalan religius ini berada di antara puluhan cincin lengan dan batangan perak pada 60 cm di dalam tanah. Penggalian dilakukan oleh Andrew Nicholson, seorang ahli arkeologi setempat. Sesaat kemudian , McLennan mendapatkan isyarat ke dua yang menandakan adanya harta karun terpendam.

Penyidikan lanjutan mengungkapkan temuan kedua yang lebih bernilai daripada yang pertama, termasuk sebuah guci perak dari wangsa Caroling. Benda itu diduga merupakan wadah barang berharga ketika dipendam karena berisi bros.

Kata McLennan saat itu, “Kami tidak mengetahui secara pasti tentang apa yang ada dalam guci, tapi saya harap benda itu bisa mengungkapkan siapa pemiliknya, atau setidaknya tempat asal mereka.”

Pernak-pernik dalam guci harta karun bangsa Viking yang ditemukan di Galloway, Skotlandia. Usia guci diperkirakan sekitar 1000 tahun. (Sumber Historic Scotland)

Dua orang penggemar deteksi logam lain, pendeta Dr David Bartholomew, seorang imam Gereja Skotlandia untuk Galloway, dan Mike Smith, seorang pendeta Gereja Episkopal Elim di Galloway, sedang bersama dengan McLennan ketika ia menemukan guci tersebut.

 “Kami mencari di tempat lain ketika Derek menduga ia menemukan sebuah bidak permainan bangsa Viking. Beberapa saat kemudian ia berlari kea rah kami sambil melambaikan cincin lengan perak dan berseru ‘Viking’," kata pendeta Bartholomew. 

“Benar-benar mendebarkan, apalagi ketika kami melihat salib perak yang menelungkup. Ia seperti mencuat dari tumpukan batangan perak dan cincin lengan yang berhias. Bahkan masih ada seuntai rantai perak menempel padanya," lanjutnya lagi.

“Jantung ini seperti berhenti berdetak ketika sang ahli arkeologi setempat membaliknya sehingga memperlihatkan dekorasi yang kaya di sisi lainnya," kenang pendeta Gereja Skotlandia itu.

Guci harta karun bangsa Viking ditemukan di Galloway, Skotlandia oleh McLennan. (Sumber SWNS)

McLennan tidak asing lagi dalam urusan penemuan harta karun. Ia termasuk dalam sebuah kelompok yang telah menemukan 300 koin perak abad pertengahan sesaat sebelum Natal 2013.

Menteri Kebudayaan Skotlandia, Fiona Hyslop, mengatakan, “Bangsa Viking dikenal menjarah kawasan pantai di masa itu, tapi sekarang kita menghargai apa telah mereka wariskan, yaitu tambahan yang indah kepada warisan budaya Skotlandia.”

“Jelaslah bahwa artefak ini sendiri memang bernilai, tapi nilai terbesarnya adalah kontribusinya kepada pengertian kita tentang kehidupan di Skotlandia di awal Abad Pertengahan dan juga tentang apa yang mereka ceritakan tentang interaksi bangsa-bangsa yang beragam di pulau-pulau ini pada masa itu.”

“Temuan Dumfries membuka tabir tentang masa pembentukan dalam kisah bangsa Skotlandia dan terus menunjukkan betapa pentingnya warisan arkeologis Skotlandia.”

Wali Amanah Gereja Skotlandia selaku pemilik tanah telah mencapai kesepakatan dengan McLennan selaku penemu harta karun itu terkait dengan masalah pembagian uang.

Sektretaris Wali Amanah, David Robertson, mengatakan, “Setiap uang yang dihasilkan dari temuan ini pertama dan terutama akan digunakan untuk kebaikan paroki lokal.”

“Kami mengenal Derek sebagai seorang yang sangat bertanggungjawab melakukan kegemarannya, tapi kami tidak menganjurkan melakukan deteksi logam di tanah milik Gereja kecuali ada pengaturan terperinci yang telah disetujui sebelumnya dengan Wali Amanah.”

Lokasi tepat temuan itu tetap dirahasiakan. Pemerintah Skotlandia, dinas Treasure Trove Unit, dan Historic Scotland sedang mengupayakan pelestarian tempat itu hingga nilai pentingnya ditentukan.

Para pakar di dinas tersebut memandang temuan itu sebagai “salah satu harta karun Viking terpenting yang pernah ditemukan di Skotlandia.”