Menunggu 29 Tahun, KFC Berhasil Buka Gerai Perdana di Tibet

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 10 Mar 2016, 17:20 WIB
Diperbarui 10 Mar 2016, 17:20 WIB
Menunggu 29 Tahun, KFC Berhasil Buka Gerai Perdana di Tibet
Perbesar
Menunggu 29 Tahun, KFC Berhasil Buka Gerai Perdana di Tibet (Xinhua)

Liputan6.com, Lhasa - Gerai makanan cepat saji milik AS, KFC, akhirnya berhasil buka toko pertamanya di Tibet. Ayam goreng olahan asal selatan Negeri Paman Sam itu membuka restorannya di ibukota Lhasa.

China telah memiliki lebih dari 5.000 gerai franchise KFC semenjak buka pada tahun 1987, 1.100 toko tersebar di China Daratan. Perlu 29 tahun bagi restoran ayam goreng Kolonel Sanders itu untuk bisa bertengger di Negeri Atap Dunia itu.

Pembukaan gerai terjadi pada Selasa 8 Maret 2016 lalu. Namun, sejumlah penikmat ayam goreng tepung ini sempat khawatir KFC akan memundurkan pembukaan restoran pertamanya itu.

Hal itu dikarenakan pada 2004, rencana yang sama kandas karena KFC dianggap tidak menguntungkan di Tibet. 

Proposal mereka ditolak oleh Dalai Lama yang sebelumnya menulis surat protes kepada pemegang merek KFC, Yum. Dalam suratnya ia menulis perusahaan makanan cepat saji itu telah memperlakukan ayam-ayamnya dengan keji. Hal yang berlawanan dengan nilai Tibet.

Di hari pembukaan, ratusan orang yang antre dan mengular pun harus berhadapan dengan pemrotes dari pengamat internasional, seperti dilansir dari The Shanghaiist.

Menurut kantor berita Prancis, pengamat dari International Campaign for Tibet telah meminta Yum membeberkan apakah perusahaannya telah memenuhi standar Kebijakan AS-Tibet. Kebijakan itu mengharuskan tiap perusahaan yang ingin berinvestasi di Tibet wajib melindungi budaya negeri tersebut dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Namun, tampaknya masyarakat Tibet tak sabar lagi menanti kelezatan ayam goreng berbalut tepung itu.

Menunggu 29 Tahun, KFC Berhasil Buka Gerai Perdana di Tibet (Xinhua)

"KFC akhirnya ada di Tibet," teriak salah satu pengantre makanan restoran cepat saji asal AS itu.

"Sebagai penggemar berat KFC, aku telah menunggu di antrean berjam-jam, dan rasanya ingin menangis tatkala lidahku untuk pertama kalinya mengecap es krim cone perdanaku," tulis salah satu netizen Tibet.

Tibet berada di bawah kekuasaan China semenjak 1951. Pembukaan gerai KFC dianggap salah satu hasil 'usaha' Beijing untuk 'mengeluarkan negeri itu dari kegelapan'.

Hubungan keduanya juga mulai mencair, terlebih di kawasan otonomi Tibet kini mengalami penurunan populasi.

 

Tag Terkait