Jurus Jitu Tajir ala Pendiri Ikea: Pakai Baju Bekas

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 10 Mar 2016, 12:05 WIB
Diperbarui 10 Mar 2016, 12:05 WIB
Ingvar Kamprad
Perbesar
Pendiri perusahaan IKEA ini memilih terbang dengan pesawat kelas ekonomi

Liputan6.com, Swedia - Miliader pendiri toko perabot yang terkenal di seluruh dunia, Ikea, dikenal hemat. Begitu cermatnya menyimpan uang, Ingvar Kampard bahkan memilih membeli baju bekas di bazar.

Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah tayangan dokumenter yang akan segera ditayangkan di TV Swedia.

Kampard, yang bakal berusia 90 tahun pada 30 Maret nanti memiliki reputasi 'miliader pelit' bahkan terhadap dirinya sendiri. Ia lakukan itu demi membantu bisnisnya, Ikea mendunia dan menjadi salah satu merek perabot terkenal.

"Aku pikir, baju-bajuku semua nyaris dari toko baju bekas atau pasar murah. Ini adalah salah satu caraku menunjukkan contoh penghematan yang baik," kata Kampard kepada TV4, seperti dilansir dari The Guardian, Kamis (10/3/2016).

"Lagipula, itu sudah jadi kebiasaan orang Smaland untuk hidup hemat," ujarnya lagi. Smaland  adalah kota perkebunan di selatan Swedia, tempat ia berasal. 

Kampard diprediksi memiliki kekayaan sekitar US$ 39,3 miliar sekitar Rp 513 triliun. Ia menempati posisi ke-10 orang terkaya di Swedia dan menjadi salah satu orang terkaya versi Forbes di urutan 412.

Selain memakai baju bekas, kebiasaan rendah hatinya yang lain adalah dana pangkas rambutnya. Pada tahun 2008, kepada surat kabar Swedia, ia menuturkan bahwa biaya potong rambutnya di Belanda sebesar 22 euro atau sekitar Rp 315 ribu telah memecahkan 'rekor' termahal selama hidupnya.

"Bagiku, angka itu luar biasa mahal untuk sekedar pangkas rambut. Biasanya aku memotong rambut saat berada di negara-negara berkembang. Terakhir potong saat aku berada di Vietnam," ujar Kampard.

Jurus hemat lainnya adalah pada 2014 saat ia hengkang dari Swedia demi menghindari pajak yang tinggi. Ia pun memilih kota Liechtennstein, Swiss untuk mendapatkan pajak yang lebih rendah.

"Kalau tidak, tak mungkin Ikea memiliki ritel yang tersebar di seluruh dunia," tuturnya lagi.

Namun, semenjak 2010, ia mundur pelan-pelan dari Ikea, yang akhirnya ia umumkan sebagai perusahaan keluarga. 'Tahta' ia berikan kepada 3 anak laki-lakinya hasil dari pernikahan keduanya.

Sejak 2014, ia kembali ke Denmark, Swedia menikmati masa tuanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya