5 WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Dipulangkan

Oleh Tanti Yulianingsih pada 29 Jan 2016, 19:59 WIB
Diperbarui 29 Jan 2016, 19:59 WIB
Pemancing tenggelam
Perbesar
Tim SAR mengevakuasi jenazah pemancing yang tenggelam di dekat Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. (Liputan6.com/Achmad Yusran)

Liputan6.com, Johor Bahru - Sebanyak 23 dari 30 penumpang menjadi korban kapal tenggelam di Malaysia. Dari total yang sudah ditemukan, beberapa di antaranya sudah berhasil diidentifikasi sebagai warga negara Indonesia (WNI) dan segera dipulangkan ke Tanah Air.

"6 sudah berhasil berhasil diidentifikasi, 2 laki-laki 4 perempuan. 1 jenazah sudah dipulangkan kemarin (Kamis 28 Januari) dan 4 jenazah dipulangkan hari ini," kata Konjen RI Johor Bahru, Taufiqur Rijal dalam pesan singkat yang diterima Jumat (29/1/2016).

1 jenazah lainnya, imbuh dia, dimakamkan di Johor Bahru, Malaysia.

"3 (tiga) jenazah korban yang akan dipulangkan hari ini. Atas nama Murti (perempuan, lahir 11 April Malang). Siti Mayadi (perempuan, lahir 22 Oktober 1985, Lombok), Tasminah (perempuan, lahir 25 Mei 1994)," bebernya.

Ketiga jenazah tersebut diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda.

"Almarhumah Murti, Jakarta_Surabaya: GA 324 ETD20.00-ETA 21.20 WIB. Almarhumah Siti Mayadi, Jakarta-Mataram: GA 432 ETD 18.30 - ETA 20.40 WIB. Almarhumah Tasminah: Jakarta-Semarang: GA 244 ETD 18.05 - ETA 29.40 WIB," papar dia.

Sementara jenazah atas nama Aminah, perempuan asal Kediri kelahiran tahun 1979, diberangkatkan dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur untuk selanjutnya dipulangkan ke Indonesia kampung halamannya esok hari pada 30 Januari.

"Jadwal penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta: GA 822 ETD 12.10-ETA 13.30 WIB. Jakarta-Surabaya: GA 324 ETD20.00-ETA21.20 WIB," jelasnya.

Sedangkan jenazah atas nama Hendrik, laki-laki berusia 40 tahun asal Batam, atas permintaan keluarga sore ini akan dikebumikan di Johor Bahru.

Kapal pengangkut belasan WNI itu diduga tenggelam setelah dihantam ombak setinggi 2-3 meter daerah Pantai Kelise, Bandar Penawar Kota Tinggi, Johor, Malaysia pada Selasa 26 Januari 2016 pagi. Kecelakaan itu awalnya hanya mengakibatkan 13 penumpang tewas. Namun belakangan jumlah korban terus bertambah.