Jijik, Ada Kerumunan Kutu di Ranjang Hotel Ini

Oleh Alexander Lumbantobing pada 05 Jan 2016, 11:30 WIB
Diperbarui 05 Jan 2016, 11:30 WIB
Jijik, Ada Kerumunan Kutu di Ranjang Hotel Ini *VIDEO
Perbesar
Pintu gerbang Astor Central Park West. (Sumber New York Daily News)

Liputan6.com, New York - Wisatawan dari California mendapatkan pengalaman tak terlupakan ketika menginap di hotel ternama di kawasan Upper West Side, Manhattan.

Pasangan itu menginap di hotel Astor untuk liburan tahun baru. Liburan yang diberikan oleh ibu pengunggah video bernama Elgin Ozlen.

Dikutip ABC7Selasa (05/01/2016), pasangan ini seharusnya bersenang-senang keliling kota dan menyaksikan perayaan tutup tahun Ball Drop yang menjadi tradisi di kawasan Times Square, New York. Selain itu, mereka berniat untuk merayakan ulang tahun Ozlen pada tanggal 1 Januari dengan menyaksikan penampilan Rockettes yang tersohor.

Namun, kenangan liburan mereka sebaliknya diberikan oleh keberadaan kerumunan kutu kasur di kamar hotel mereka.

“Kami sangat menantikan liburan yang tak terlupakan seumur hidup ini. Jelas ini akan membekas seumur hidup meski tidak menyenangkan,” ungkap Ozlen.

Pasangan itu tiba pada hari Rabu, 30 Desember 2015, dan mendapati kerumunan kutu di salah satu ranjang. Lebih parah lagi, ternyata ini adalah kamar ke tiga yang mereka tempati setelah dua kamar pertama yang ditawarkan tidak memiliki pemanas.

Sementara itu, Ozlen mengatakan tubuh pacarnya masih meradang dan ia merasa kesal dengan gigitan dan garukan yang kemungkinan akan sebabkan luka permanen.

Hotel mewah ini mengalami serbuan kutu di salah satu tempat tidur tamu. (Sumber video Elgin Ozlen)

Di sisi lain, Katie Phillips, wisatawan dari Australia yang menginap sekitar seminggu di Astor on the Park, mengatakan bahwa liburannya “nyaris sempurna” dengan kamar yang bersih tanpa keluhan. Tapi setelah melihat video tentang kutu tersebut, ia mengatakan “ ia cukup terganggu”.

Katanya, “Kalau aku bertemu pasangan itu beberapa hari yang lalu, kami mungkin akan keluar, pergi, dan menginap di tempat lain.”

Stasiun WABC mencoba menghubungi pihak hotel, tetapi mereka menolak untuk memberikan komentar. Sementara itu, Departemen Perumahan masih belum bisa memberikan pernyataan.

Ozlen mengatakan bahwa hotel itu telah meminta maaf dan mengembalikan uangnya. Tapi ia mengatakan bahwa ini bukan sekadar urusan uang, melainkan kenangan tak diinginkan yang sangat membekas.