Ketua MUI: Pernyataan Donald Trump Sudah Melampaui Batas

Oleh Liputan6 pada 09 Des 2015, 21:54 WIB
Diperbarui 09 Des 2015, 21:54 WIB
Maruf Amin
Perbesar

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menilai pernyataan calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak bernalar dan sudah melampaui batas. Sebab hal itu bisa memicu permusuhan.

"Itu sudah melampaui batas, bayangkan kalau Amerika melarang Muslim, negara Muslim melarang orang Barat masuk, apa yang terjadi, itu hanya memicu permusuhan saja, pernyataan primitif tak bernalar," kata Maruf seperti dikutip Antaranews, Rabu (9/12/2015)

Ia menilai, pernyataan politisi Amerika Serikat itu tidak bermutu dan menjauhkan rasa saling menghormati, tenggang rasa dan perdamaian yang kini dibutuhkan oleh dunia.

Selain itu, pernyataan tersebut menyudutkan, menjadikan umat Islam seolah-olah semuanya buruk dan teroris. "Padahal itu jelas tidak benar," kata dia.

Donald Trump dikenal sebagai salah satu kandidat Presiden AS dari Partai Republik yang sering melontarkan pernyataan provokatif dan rasis.

Trump memberikan pernyataan pelarangan masuknya Muslim ke Amerika setelah terjadinya aksi penembakan yang dilakukan suami-istri Muslim Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik di San Bernardino, California, AS.

Usulan pelarangan Muslim masuk Amerika itu termasuk para calon imigran, pelajar, turis dan pengunjung lainnya.

Pernyataan tersebut mengundang kritik dari mantan Wakil Presiden AS yang berasal dari Republik Dick Cheney dan sesama pesaingnya dari Partai Republik Jeb Bush. Jeb Bush malah menyebut Trump tidak waras.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya