Gadis Muda Yunani 'Jual Diri' demi Sepotong Sandwich

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 28 Nov 2015, 15:42 WIB
Diperbarui 28 Nov 2015, 15:42 WIB
Ilustrasi prostitusi
Perbesar
Ilustrasi prostitusi

Liputan6.com, Athena - Krisis di Negeri Para Dewa belum berakhir. Sebuah studi memaparkan fakta mengenaskan akibat kemerosotan ekonomi di Yunani

Studi yang dilakukan Panteion University, Athena mengompilasi dan menelaah data lebih dari 17.000 pekerja seks komersial di Yunani.

Dari data tersebut diketahui bahwa perempuan Yunani kini mendominasi kegiatan prostitusi di negara tersebut, sekitar 80 persen, 'menyingkirkan' mereka yang berasal dari Eropa Timur.

Bahkan, yang paling memprihatinkan, prostitusi di Yunani termasuk yang termurah di seluruh Eropa.

"Sejumlah perempuan bahkan melakukannya demi uang seharga pai keju (cheese pie) atau roti isi (sandwich), karena mereka lapar dan membutuhkan makanan," kata Gregory Laxos, dosen sosiologi di Panteion University, seperti dikutip dari Washington Post, Sabtu (27/11/2015).

"Lainnya demi mendapatkan uang untuk membayar pajak, keperluan mendadak, atau demi menebus narkoba," kata Laxos, yang telah menjalankan studinya selama 3 tahun.

Saat krisis ekonomi mulai mencengkeram Yunani, 'jasa' prostitusi mematok harga sekitar 50 euro atau Rp 728 ribu. "Dan kini nilai itu jatuh hingga serendah 2 euro atau Rp 29 ribu untuk sesi 30 menit.

Melonjaknya jumlah prostitusi di kalangan perempuan Yunani terjadi setelah krisis mendera.

Krisis Yunani belum selesai pascareferendum (Reuters)

Laxos menambahkan, studinya menunjukkan bahwa jumlah perempuan muda yang putus asa -- yang menawarkan jasa prostitusi termurah -- diduga kuat meningkat.

"Tak terlihat jumlah ini berangsur hilang," kata dia. "Sebaliknya, meningkat secara stabil dan konsisten.

Laporan studi juga menambahkan, harga jasa prostitusi anjlok secara global, seiring internet yang kian menyediakan konten bermuatan seksual.

Di Eropa misalnya, sebelumnya rata-rata harga perjam yang sekitar 180 euro, kini kian murah.

Prostitusi legal di Yunani. Namun, hanya sedikit rumah bordil yang memiliki izin. Sekitar 18.500 PSK beroperasi di jalanan.

"Faktor meningkatnya jumlah perempuan muda yang terseret ke prostitusi karena kebutuhannya, dan total jumlah PKS perempuan sangat mengejutkan," tutur Laxos.

Studi tersebut juga menunjukkan, gadis Yunani yang menjadi PSK berusia antara 17-20 tahun.

Laporan studi dikeluarkan menyusul kabar mengejutkan tentang seorang ibu di Yunani yang pengangguran, menjadi mucikari bagi anak gadisnya sendiri yang berusia 12 tahun. Menjual anak malang itu ke pria hidung belang yang sudah paro baya.

Perempuan jahat berusia 44 tahun itu divonis 33 tahun dan didenda 100 ribu euro atau Rp 1,45 miliar. Oleh media pelaku dijuluki 'monster mom'. Ibu serupa monster. Yunani pun marah melihat ulahnya.

Laxos mengungkapkan, insiden bulan lalu, juga studinya merefleksikan penyangkalan dalam masyarakat tentang fakta yang terjadi di Yunani.

"Pihak berwenang harus bertindak, alih-alih acuh terhadap apa yang terjadi," tegas dia.(Ein/Ndy)