Diduga Gabung ISIS, Pria Israel Terbangkan Paralayang ke Suriah

Oleh Tanti Yulianingsih pada 26 Okt 2015, 08:34 WIB
Diperbarui 26 Okt 2015, 08:34 WIB
Diduga Gabung ISIS, Pria Israel Terbangkan Paralayang ke Suriah
Perbesar
Peta yang menunjukkan Israel dan Suriah. (BBC)

Liputan6.com, Yerusalem - Pemerintah Israel menyebut, ada seorang pria Arab berkewarganegaraan Israel sengaja terbang dengan paralayang menuju Suriah. Laporan itu mengemuka saat operasi udara Israel tengah digelar sepanjang malam.

Jika benar dugaan bahwa orang itu berupaya bergabung dengan sebuah kelompok pemberontak Suriah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu mengancam akan mencabut kewarganegaraan orang itu.

Para saksi melaporkan aktivitas intensif di kawasan perbatasan, antara lain dilepaskannya suar penerang dari pesawat-pesawat Israel.

Israel secara resmi bersikap netral dalam perang saudara di Suriah.

Warga Israel dilarang bepergian ke Suriah, namun segelintir warga Arab Israel diketahui telah berangkat untuk berperang di Suriah.

Militer Israel meyakini, penerbang paralayang ke Suriah Sabtu 24 Oktober 2015 malam berasal dari Jaljulia, sebuah kota yang warganya mayoritas etnis Arab di kawasan barat laut Tel Aviv.

"Mereka tak berhasil menemukan orang itu kendati sudah dilakukan pencarian intensif di kawasan ia mendarat dekat Dataran Tinggi Golan -– wilayah Suriah yang dicaplok Israel tahun 1981–- yang tak diakui secara Internasional.

Kantor berita Reuters mengutip, kelompok pemberontak --yang beroperasi di kawasan itu-- mengatakan, penerbang paralayang itu sudah mendarat di salah satu dari provinsi Quneitra yang mencakup Golan, atau provinsi tetangganya, Deraa.

Media Ynetnews Israel melaporkan, lelaki itu telah dijemput oleh seseorang segera setelah mendarat di wilayah Suriah.

Pencarian

Sejauh ini, badan intelijen Israel terus melakukan pencarian terhadap penerbang paralayang tersebut.

"Orang itu telah melintasi perbatasan dengan Suriah … untuk bergabung dengan pasukan ISIS," ucap seorang menteri dari Partai Likud, Ofir Akunis seperti dikutip dari BBC, Senin (26/10/2015).

"Siapapun yang bergabung dengan tentara musuh untuk memerangi Israel akan kehilangan kewargaan Israel," kata PM Netanyahu di awal rapat kabinet yang digelar Sabtu 24 Oktober waktu setempat.

Sempat muncul kekhawatiran bahwa penerbang paralayang itu kemungkinan tertiup angin secara tak sengaja ke Suriah dan disandera. Namun Israel Defense Forces (IDF) atau militer Israel menyebutkan ia terbang melawan angin, sehingga menyiratkan bahwa perjalanan udaranya dilakukan sengaja ke arah Suriah.

"Pemantauan IDF mengidentifikasi adanya paralayang terbang memasuki Suriah. Penyelidikan awal mengisyaratkan, seorang pria Arab berkewarganegaraan Israel melintas batas secara sengaja," militer Israel mencuit di twitter mereka. (Tnt/Mvi)