Direktur Kaya Raya Diusir Istri Jadi Gembel

Oleh Dinda Sulistyowati Pranoto pada 09 Okt 2015, 22:00 WIB
Diperbarui 09 Okt 2015, 22:00 WIB
Direktur Kaya Raya Diusir Istri Jadi Gembel
Perbesar
Sharafat Khan (69), menggelandang di depan rumahnya sendiri, setelah diusir oleh istrinya, Shanaz.

Liputan6.com, Jakarta Seorang direktur perusahaan kaya raya berubah menjadi seorang gelandangan mengenaskan, usai diusir oleh istrinya sendiri.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (9/10/2015), Sharafat Khan, pria berusia 69 tahun di Texas, Amerika, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Tak ada yang pernah menyangka, pria kumal nan lusuh dengan rambut dan cambang yang tidak rapih itu dulunya sangat kaya. Namun kini, dia harus menggelandang di depan rumahnya sendiri, karena diusir Shanaz (61), sang istri.

diusir dan menggelandang di depan 'istana'nya sendiri

"Dia selalu mengenakan baju yang sama selama enam bulan ini. Bajunya kotor dan dia tidak bisa mengakses kamar mandi serta tak menggunakan sepatu," ujar Debbie Scoggins, tetangganya.

Rumah tangga Khan dan Shanaz semula baik-baik saja hingga mereka cekcok dan bertengkar hebat enam bulan lalu. Hingga akhirnya Shanaz tega mengusir suaminya sendiri. Semua kunci rumah pun diganti, otomatis Khan tak bisa masuk lagi ke dalam 'istana'nya. Saat diusir, Khan yang tercatat sebagai direktur perusahaan Kahn Investments LLC itu tidak membawa uang sepeser pun.

Selama ini, pria malang itu hidup mengandalkan belas kasihan tetangga. Banyak warga memberikan selimut dan makanan untuknya. Namun rupanya, simpati yang diberikan oleh tetangga justru membuat Shanaz kian berang.

Shahnaz mengancam lewat pengumuman tertulis

"Jika kalian ingin memberinya makan, bawalah dia ke rumahmu. Jika kalian ingin, kalian bisa membawanya tinggal di rumahmu. Terima kasih atas simpati kalian, tapi jangan membawa apa pun ke rumah ini." Demikianlah ancaman Shahnaz lewat pengumuman tertulis yang ditempelnya.

Pihak kepolisian sendiri tak bisa berbuat banyak meski sering mendapat laporan soal kasus Khan. Sebab, rumah seharga Rp 18 miliar itu atas nama Khan dan Shanaz.

Sebaliknya, Khan menolak dibawa pergi, dia memilih bertahan di depan rumahnya.

"Saya tinggal di properti saya sendiri. Saya memiliki ikatan dengan rumah ini. Saya bisa tinggal di lantai di sebelah sana," ujar Khan.

Khan terkadang pergi ke halaman belakang dan tidur di dekat kolam renang.

Biasanya Khan tidur dengan berselimut selembar kain tipis di bawah pepohonan depan rumahnya. Kadang-kadang dia memutar ke halaman belakang dan tidur di dekat kolam renang. Khan maupun istrinya mempunyai alasan tersendiri hingga bisa bertengkar.

Khan berdalih istrinya ingin mengambil alih semua hartanya. Dia tak bisa membayar pengacara karena seluruh uangnya berada di dalam rumah.

"Dia (Shahnaz) tidak ingin menyerahkan separo kekayaannya," ujar Khan.

Namun, versi salah seorang putra Shahnaz berbeda. Dia mengatakan bahwa ibunya sudah terlalu lelah menghadapi sang ayah yang sering mengajak bertengkar. (Dsu/Rcy)