Tim Kemanusiaan RI Terbang ke Vanuatu Bantu Korban Topan Pam

Oleh Pramita Tristiawati pada 04 Apr 2015, 11:01 WIB
Diperbarui 04 Apr 2015, 11:01 WIB
Seperti 'Bom', Topan Pam Porakporandakan Vanuatu
Perbesar
Topan Pan ketika menuju Vanuatu, yang gambarnya diambil pada 11 Meret 2015. (Reuters)

Liputan6.com, Jakarta - Bantuan untuk Vanuatu pascaterjangan Topan Pam sekitar 17 hari lalu terus berdatangan. Salah satunya dari Tanah Air. Tim Kemanusiaan Republik Indonesia dijadwalkan tinggal selama sepekan di negara kepulauan di Samudera Pasifik bagian selatan tersebut.

"Tim kemanusiaan akan berada di sana selama sepekan. Setelah berangkat hari ini dengan menggunakan pesawat Airbus, tim kemanusiaan akan berada di sana selama sepekan," kata Kapten Novianto selaku Direktur Operasional Garuda, saat ditemui di Gudang Cargo Export 510 Garuda Cargo Center Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Sabtu (4/3/2015).

Mekanismenya, beber Kapten Novianto, pesawat tersebut akan mendarat di Fiji. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju daerah bencana dengan menggunakan kapal laut.

"Tim tidak bisa mendarat di bandara setempat, karena hancur akibat bencana angin Topan Pam," tutur Novianto.

Sementara itu, diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, ada 19 orang relawan yang diberangkatkan. "Terdiri dari perwakilan BNPB sebanyak 5 orang, Kalak BPBD Papua dan Papua Barat sebanyak 2 orang," ujar dia.

"Seorang dari Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dua orang dari Kementerian Luar Negeri, seorang dari Kementerian Kesehatan, seorang lagi dari Kementerian Sosial. Tiga orang berasal dari SRC Wilayah Barat, seorang dari PMI Pusat, dan tiga orang terakhir adalah wartawan media nasional," jelas Syamsul.

Sementara untuk bantuannya, lanjut Syamsul, terdiri dari ribuan paket yang akan dimanfaatkan langsung untuk korban bencana angin topan Pam. Seperti lauk pauk 1.000 paket, makanan siap saji 6.000 paket, makanan penambah gizi 6.000 paket, makanan biskuit 2.000 paket.

"Kemudian ada lagi ribuan bantuan untuk ibu hamil, balita, kidsware, tenda posko, tenda pengungsi, alas tenda, solar sel, dan beberapa barang lain yang diperlukan di sana," papar Syamsul

Topan siklon tropis bernama Pam melanda ibukota Vanuatu hari Sabtu 14 Maret waktu setempat. Angin kencang pun memporakporandakan kawasan tersebut dalam waktu singkat.

"#CyclonePam masih melanda #Vanuatu. Kekuatannya jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Kata rekan kami di Port Vila, kawasan itu luluh lantak," tulis UNICEF cabang Australia  melalui akun Twitter seperti dikutip dari CNN. (Ein)