Nama 'Pam' Mendadak Populer Pascabadai Vanuatu

Oleh Tanti Yulianingsih pada 21 Mar 2015, 15:24 WIB
Diperbarui 21 Mar 2015, 15:24 WIB
Fenomena Lahirnya Bayi 'Pam' Pascabadai di Vanuatu**********
Perbesar
Pam dan Pamela tiba-tiba menjadi nama populer bagi bayi yang baru-baru ini lahir di Vanuatu.

Liputan6.com, Port Villa - Pam dan Pamela tiba-tiba menjadi nama populer untuk diberikan pada bayi yang baru lahir di Vanuatu. Apa sebab? Ternyata hal itu terjadi sejak negara itu dilanda Badai Pam Jumat 13 Maret lalu atau Sabtu 14 Maret waktu Indonesia.

Fenomena itu diketahui setelah Lembaga amal lokal yang menyediakan ambulans 'Promedical' membantu proses kelahiran dua bayi dalam beberapa hari terakhir. Keduanya lalu diberi nama 'Pam'.

Relawan paramedis Australia, Charlotte Gillon juga mengungkap bahwa masih ada bayi lainnya yang bernama seperti itu.

Charlotte mengaku membantu proses persalinan bayi mungil anak Trisha Ronald di ambulans, setelah membantu seorang ibu melahirkan bayi yang diberi nama Pamela.

"Tepat sebelum kami mendapat panggilan untuk membantu Trisha, kami menjemput bayi ... di luar kota dan ia sudah dinamai Pamela, jadi kami membawanya ke rumah sakit dan kemudian kami mendapat panggilan ini," cerita Charlotte.

Trisha memutuskan untuk memberi nama bayinya 'Charlotte Pam', untuk mengenang tim medis yang membantunya dan juga nama Badai Pam yang menerjang Vanuatu belum lama ini.

Charlotte, sang paramedis muda yang telah berada di Vanuatu selama dua tahun di bawah program ‘Volunteers International’ Australia, mengatakan ini adalah kehormatan besar baginya. Sekaligus kabar gembira di tengah periode yang menantang.

"Luar biasa untuk melakukan pekerjaan seperti ini pada saat seperti ini (pascabencana). Ketika bangsa ini bergulat dengan bencana nasional, membantu persalinan bayi perempuan yang terlahir sehat adalah pekerjaan yang luar biasa," aku Charlotte.

'Promedical' adalah layanan ambulans non-profit yang bertahan melalui sumbangan para donor. Setelah Badai Pam menerjang Vanuatu, manajer lembaga itu, Michael Benjamin berkeliling bersama stafnya mencari orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Benjamin mengatakan, respons masyarakat terhadap badai tersebut telah menginspirasi.

"Warga di sini benar-benar menakjubkan. Saya tak percaya jumlah pekerjaan yang dilakukan warga lokal ini dan betapa cepat mereka membersihkan jalan dan memulihkan listrik serta air. Benar-benar mengesankan," tutur Benjamin.

Karena adanya permintaan setelah badai, ‘Promedical’ akhirnya membuat sebuah laman penggalangan dana di dunia maya, sehingga dapat terus memberikan pelayanan yang efektif bagi mereka yang membutuhkan.

Satu minggu berlalu seterlah Badai Pam, masyarakat di Vanuatu masih sulit mendapatkan makanan dan air. Karena lembaga bantuan dan pemerintah kekurangan pasokan bantuan yang belum tiba.

Pemerintah Vanuatu memperkirakan, lebih dari 100.000 orang telah kehilangan tempat tinggal karena badai, dan belum semua korban bisa dijangkau untuk diberikan bantuan. (Tnt/Ein)