Serangan Kantong Plastik 'Sambut' 3 Pelaut AS di Turki

Oleh Tanti Yulianingsih pada 13 Nov 2014, 13:32 WIB
Diperbarui 13 Nov 2014, 13:32 WIB
Serangan kantung plastik. (Daily Mail)
Perbesar
Serangan kantung plastik. (Daily Mail)

Liputan6.com, Istanbul - Tiga pelaut Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat diserang ketika mereka berhenti di Istanbul, Turki. Tiba-tiba saja tas plastik putih yang dipegang beberapa orang Turki 'melayang' ke kepala mereka.

"Mereka diserang dengan tas plastik yang diarahkan ke kepala," demikian ungkap pejabat militer AS seperti dimuat CNN, Kamis (13/11/2014).

Menurut laporan pers lokal Turki, insiden pelaut dari USS Ross diserang oleh anggota Turkish Youth Union -- kelompok sayap kiri -- itu terjadi pada Rabu 12 November waktu setempat.

Sebuah pernyataan yang dipasang di situs Turkish Youth Union mengungkapkan tas-tas yang melayang ke kepala para pelaut itu, sebagai protes terhadap imperialisme Amerika di Timur Tengah dan daerah lainnya. "Demi bangsa yang tertindas melawan imperialisme," begitu bunyi pernyataan itu.

Kapten Greg Hicks, juru bicara US Command Eropa mengatakan para pejabat AL ASkini bekerja sama dengan kedutaan dan penyidik AL untuk menyelidiki insiden tersebut. Sementara ketiga pelaut yang tak terluka dan tak perlu perawatan medis telah kembali kapal.

Para penyerang itu juga meneriakkan slogan-slogan termasuk "Yankee (sebutan untuk orang Amerika) Go Home," menurut laporan pers lokal. Mereka tidak dikaitkan dengan kelompok militan ISIS, yang berbasis di negara tetangga Suriah.

"Insiden ini tidak mencerminkan keramahan maupun sambutan terhadap kapal kami di pelabuhan di Turki," tambah Hicks.

Departemen Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan itu, menyebut hal itu sama sekali tidak mencerminkan toleransi. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara juga mengutuk serangan itu melalui Twitter.

"Kami mengutuk serangan hari ini di Istanbul, dan tidak ragu lagi bahwa sebagian besar warga Turki akan bergabung dengan kami dalam menolak suatu tindakan tak terhormat yang merusak reputasi keramahan Turki," tulis pihak kedubes AS itu. (Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya