Kisah Ajaib, Perempuan Buta Bisa Melihat Setelah Terjedot Meja

Oleh Tanti Yulianingsih pada 30 Okt 2014, 13:42 WIB
Diperbarui 30 Okt 2014, 13:42 WIB
Lisa Reid yang penglihatannya kembali sebagian setelah terantuk meja. (Daily Mail).
Perbesar
Lisa Reid yang penglihatannya kembali sebagian setelah terantuk meja. (Daily Mail).

Liputan6.com, Wellington - Mukjizat Tuhan nyata adanya. Itulah yang dialami oleh wanita bernama Lisa Reid, dari Auckland, Selandia Baru. Penglihatannya yang hilang sejak usia 11 tahun, tiba-tiba saja kembali setelah ia terantuk meja saji kopi.

Lisa Reid, seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (30/10/2014), mengalami kebutaan sejak usianya 11 tahun karena tumor yang menekan saraf optik pada matanya. Selama 13 tahun, hingga tahun 2000, ia tak bisa menikmati warna warni dunia. Semua tampak gelap.

Suatu malam, tepatnya tanggal 15 November 2000, semuanya berubah. Reid yang kala itu berusia 24 tahun secara tak sengaja terjedot meja saji kopi, kepalanya terantuk ketika ia berjongkok untuk mencium anjing yang menjadi 'tongkat hidupnya', Ami.

Keajaiban terjadi keesokan harinya, saat Reid terbangun, tiba-tiba ia bisa melihat benda-benda dalam ruangan tidurnya.Meski samar.

"Aku tak tahu apa yang terjadi, tak ada yang tahu dan dapat menjelaskannya," ucap Reid yang kini berusia 38 tahun kepada Daily Mail Australia.

Reid pun senang bukan main. "Aku tidak menemukan kata yang bisa mewakili perasaanku. Rasanya menakjubkan, fantastis," ungkap dia.

"Bayangkan kegelapan yang ada tiba-tiba memudar. Tak ada yang bisa mengungkapkan bagaimana rasanya. Bisa kembali melihat dunia adalah berkah bagiku," jelas Reid.



Untuk membantunya mengatasi masalah penglihatannya, Reid dibantu oleh sebuah yayasan tunanetra di Selandia Baru, New Zealand's Blind Foundation. "Aku tersesat tanpa mereka," ungkap dia.

Setiap tahun yayasan itu mengadakan acara untuk para tunanetra, Blind Week. Tahun ini, acara tersebut diadakan pada 29 Oktober hingga 3 November.

Setelah mendapatkan berkah yang ajaib,  kini Reid pun berbagi kisahnya dengan dunia dan mengumpulkan dana untuk membantu yayasan yang telah menyokongnya sejak ia berusia 14 tahun.

Dana yang terkumpul selama sepekan itu akan digunakan untuk membantu orang-orang dengan gangguan penglihatan agar bisa hidup mandiri, bisa menyesuaikan diri kemajuan teknologi terkini, mampu membaca dan mencari peluang pekerjaan yang lebih baik.

"Mereka luar biasa. Mereka telah membantu memberikanku kebebasan agar bisa mandiri dalam keterbatasan. Aku bukan apa-apa tanpa mereka. Aku bersyukur atas semua yang telah mereka berikan kepadaku," ungkap Reid.

Tanggal 16 November 2014 menandai 14 tahun Reid bisa kembali 'melihat dunia'. (Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya