Nenek 77 Tahun Klaim Sembuhkan Penyakit Mata dengan Jilatan

Oleh Tanti Yulianingsih pada 04 Okt 2014, 16:32 WIB
Diperbarui 04 Okt 2014, 16:32 WIB
Nenek 77 Tahun Klaim Sembuhkan Penyakit Mata Pakai Metode Jilat
Perbesar
Nenek Hava mengaku telah membantu tetangga dan teman-temannya yang mengalami masalah mata selama 40 tahun. Dengan metode unik berupa jilatan. (Daily Mail)

Liputan6.com, Sarajevo - Namanya Hava Cebic, ia mengklaim bisa menyembuhkan segala macam masalah mata dengan metode unik. Hanya dengan jilatan lidahnya. Bagaimana bisa?

Laman Daily Mail yang dikutip Sabtu (4/10/2014) menuliskan, nenek 77 tahun itu bisa menyapu apa pun dari mata pasiennya. Mulai dari potongan kayu, hingga infeksi mata (mata lengket) atau konjungtivitis.

Ia pun mengaku telah membantu tetangga dan teman-temannya yang mengalami masalah mata selama 40 tahun.

Tapi sekarang dia mengklaim orang-orang dari kota dan desa di dekatnya berbondong-bondong mendatanginya, berharap lidahnya dapat membantu menyembuhkan penyakit mata mereka.

Hava juga mengklaim air liur dari jilatannya dapat menyembuhkan alergi, mata kering dan konjungtivitis -- bahkan mengurangi gejala yang lebih serius seperti katarak.

Sementara akasi jilat mata yang sedang populer di Jepang baru-baru ini justru menuai kritik, karena diyakini menyebabkan wabah chlamydia dan konjungtivitis.

Namun Nenek Hava meyakinkan orang-orang dengan menyatakan ia selalu mensterilkan lidahnya dengan alkohol sebelum dan setelah mengobati. Agar mencegah infeksi.

Misterius

Nenek Hava menemukan sifat misterius pada lidahnya, yang diklaim bisa menyembuhkan, saat dia masih kecil. Kala itu tinggal di Desa Crnjevo di Bosnia utara.

Awalnya ia bercanda dengan menjilati mata kakaknya -- yang mengeluh indra penglihatannya. Namun sang kakak  mengaku bisa melihat lebih baik setelahnya.

Setelah itu, Hava pun memberanikan diri untuk menyembuhkan orang lain. Ada kalanya dia bahkan mampu menyembuhkan masalah mata, yang tak bisa ditangani rumah sakit.

"Seorang pria mengeluh rasa sakit yang amat sangat pada matanya. Dokter mengatakan tidak ada obatnya. ia datang kepadaku dan aku menjilat matanya," klaim Hava.

Sang suami awalnya tak senang dengan pekerjaan Hava. Tapi akhirnya mengerti bahwa istrinya memiliki berkat untuk menolong orang lain.

"Awalnya suamiku sangat bingung dan tidak ingin aku melakukannya. Tapi suatu hari ketika serpihan kayu masuk matanya dan aku jilat, ia bisa melihat lagi. Sejak itu ia setuju dengan berkt milikku, dan harus membantu orang lain," cerita Hava yang menilai berkat itu langka dan sebuah keajaiban.

"Sekarang, setiap kali ada orang yang mendapati sesuatu terjebak di mata mereka atau apa pun, mereka datang kepadaku," jelas Hava.

Prosedur pengobatannya hanya membutuhkan waktu satu atau dua menit. Hava selalu mencatat semua nama yang telah dibantunya bertahun-tahun. Namun ia tak pernah meminta biaya, meski orang-orang sering memberikan uang untuk mengekspresikan rasa terima kasih mereka.

Merekea yang berobat pada Hava juga ada yang datang dari jauh, seperti Sarajevo, Zenica, Tuzla, Kaknja, Kroasia dan kota-kota lain di Bosnia.

Setelah namanya tersohor dengan metode pengobatan unik miliknya, Hava khawatir anak-anaknya tak bisa melanjutkan setelah meninggal. Ia pun berharap lidahnya dipotong agar metode pengobatan mata yang dijalankan bisa terus berjalan.

Trend Serupa

Di Jepang, metode jilat mata bukannya menjadi suatu pengobatan. Melainkan sebagai ekspresi cinta kaum muda di sana.

Meski berisiko untuk kesehatan mata mereka, kaum muda itu tak memperdulikannya.

Trend terbaru yagn sedang tren di Jepang itu dikenal dengan 'oculolinctus' -- jilat bola mata sebagai ungkapan kasih sayang antara kekasih.

Namun sejak populer, banyak dilaporkan lonjakan kasus infeksi mata yang bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan. Para dokter di Negeri Sakura itu pun telah mengeluarkan peringatan untuk tak melakukannya. (Ein)