Terpapar Polusi, Taj Mahal Bersolek dengan Masker Lumpur

Oleh Tanti Yulianingsih pada 09 Jun 2014, 22:15 WIB
Diperbarui 09 Jun 2014, 22:15 WIB
Terpapar Polusi, Taj Mahal Bersolek dengan Masker Lumpur
Perbesar
Taj Mahal. (Alamy)

Liputan6.com, New Delhi - Tak hanya manusia khususnya kaum wanita yang gemar berdandan. Bangunan Taj Mahal di India pun juga tak luput dari aktivitas bersolek itu. Yakni menggunakan 'masker' Lumpur.

Seperti dikutip Liputan6.com dari Daily Mail, Senin (9/6/2014), bangunan perlambang cinta abadi itu akan menjalani paket perawatan kecantikan lumpur. Rutinitas yang juga menjadi favorit kaum perempuan India, karana dianggap manjur untuk melawan efek polusi. Perawatan yang juga dipercaya bisa mengembalikan kemilau kulit, agar tampil lebih muda serta segar.

Alasan dilakukannya perawatan itu, karena bangunan yang terletak di Kota Agra dan tidak jauh dari kilang minyak itu banyak terpapar polusi. Sehingga warna marmer putih situs warisan dunia yang diakui UNESCO itu berubah menguning dari waktu ke waktu.

Dalam perawatan tersebut, tanah liat yang kaya kapur akan ditempelkan di seluruh gedung, lalu dibiarkan mengering. Kemudian dibersihkan dengan menggunakan air yang sudah disuling.

Proses perawatan lumpur ini ternyata bukanlah yang pertama diterapkan pada salah satu bangunan bersejarah di India. Ini adalah keempat kalinya Taj Mahal bersolek dengan lumpur.

Sebelumnya, perawatan itu pernah dilakukan pada tahun 1994, 2001 dan 2008.

Tingginya tingkat polusi di daerah tersebut, menjadi alasan mengapa treatment itu dilakukan lebih sering dalam beberapa tahun terakhir.

Selama perawatan kecantikan lumpur, monumen itu akan tetap dibuka untuk wisatawan.

BM Bhatnagar dari Archeological Survey of India mengatakan kepada Press Trust of India, bahwa biaya yang dikeluarkan untuk sekali perawatan lumpur cukup mahal.

Dalam perawatan terakhir yang menelan biaya sekitar US$ 24.000 atau sekitar Rp 282 juta, sebuah tim yang terdiri dari 2 lusin ahli telah melakukan pekerjaan untuk memoles baian-bagian kecil selama enam bulan, untuk memastikan keberadaan turis tidak mempengaruhi proses treatment.

Paket lumpur khusus itu sudah dibuat dengan lapisan tebal 2 mm. Dan akan dioleskan ke bagian bangunan segera.

Taj Mahal terkenal sebagai contoh terbaik dari seni Mughal di India. Keunikannya menarik jutaan pengunjung setiap tahun. Bangunan itu selesai dibangun pada 1653 oleh Kaisar Shah Jahan, persembahan untuk istri ketiganya Mumtaz Mahal yang meninggal saat melahirkan. (Sss)