Vonis Baru untuk Pelaku Perbudakan Seksual si Cantik Marita Veron

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 09 Apr 2014, 10:10 WIB
Diperbarui 09 Apr 2014, 10:10 WIB
Vonis Baru untuk Pelaku Perbudakan Seksual si Cantik Marita Veron
Perbesar
Marita Veron punya ibu hebat. Yang terus berjuang mencarinya, dan dengan upayanya itu, ia telah menyelamatkan puluhan gadis.

Liputan6.com, Buenos Aires Pengadilan di Argentina menjatuhkan hukuman hingga 22 tahun bui untuk 10 terdakwa kasus penculikan dan eksploitasi seksual seorang perempuan muda, Marita Veron.  Para terdakwa sebelumnya lolos dari dugaan penculikan gadis cantik itu pada tahun 2012, namun persidangan ulang kembali dilakukan setelah ibu korban, Susana Trimarco mengajukan banding.

Kasus Marita menguak fakta mengerikan di Argentina. Di mana gadis-gadis muda diculik dan dipaksa menjadi budak seksual. Dalam upaya menyelamatkan putrinya, sang ibu, Susana telah menyelamatkan banyak perempuan lain -- lebih dari 20 orang -- meski ia tak pernah menemukan buah hatinya itu.

Marita -- yang bernama asli Maria de los Angeles Veron menghilang dari kota San Miguel de Tucuman pada 3 April 2002 saat ia hendak ke rumah sakit. Kala itu ia masih berusia 23 tahun.

Sejumlah pekerja seksual melaporkan telah melihatnya di sejumlah lokasi di Argentina, di mana ia dipaksa menjadi pekerja seks komersial.

Seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Rabu (9/4/2014), pengadilan di Provinsi Tucuman menjatuhkan pidana 22 tahun pada dua bersaudara, Jose dan Gonzalo Gomez.

Tujuh terdakwa lain menerima pidana setidaknya 10 tahun, sementara satu di antara 10 terdakwa dipidana 15 hari tahanan rumah.

Terus Berjuang

Vonis hakim terbaru mengobati sakit hati ibu Marita. "Aku tak pernah menemukan Marita, anakku. Tapi keadilan sudah ditegakkan," kata dia setelah sidang pembacaan vonis. "Tapi bukan berarti aku berhenti berjuang."

Ibu tegar itu bertekad akan melawan orang-orang, juga sindikat, yang membawa anaknya menuju penderitaan. "Kami akan terus berjuang hingga tahu apa yang telah mereka lakukan pada Maritaku," kata Susana seperti dikutip dari La Nacion.

Desember lalu, pengadilan Tucuman membatalkan keputusan bebas pengadilan tingkat pertama yang membebaskan semua terdakwa. Baru bulan ini vonis kemudian dijatuhkan.

Vonis bebas yang dijatuhkan pada Desember 2012 menyebabkan kemarahan rakyat Argentina.  Ribuan orang turun ke jalan di Tucuman dan di ibukota Buenos Aires.

Marita diculik dalam perjalanan ke rumah sakit untuk menemui dokter. Ibunya lalu meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menemukannya. Informasi yang dikumpulkan sang ibu mengarahkan polisi menggerebek sejumlah lokasi, puluhan perempuan korban eksploitasi berhasil diselamatkan.

Peran ibu hebat tersebut membuat kasus Marita menjadi simbol perlawanan terhadap perdagangan manusia di Argentina.

Kampanye Susana Trimarco juga menjadi dasar pembentukan hukum baru yang menentang perdagangan manusia di Argentina.

Pada 2007, Susana mendirikan yayasan Fundacion Maria de los Angeles -- mengambil nama putrinya yang hilang -- yang membantu menyelamatkan par korban eksploitasi seksual dan perdagangan manusia.

Atas perjuangannya menemukan anaknya, yang ternyata menyelamatkan banyak orang, ia menjadi salah satu penerima penghargaan US Secretary of State International Women of Courage pada 2007 yang diserahkan Menlu AS  Condoleezza Rice. (Raden Trimutia Hatta)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya