Turis Perempuan China Diculik Gerombolan Bersenjata di Malaysia

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 03 Apr 2014, 11:46 WIB
Diperbarui 03 Apr 2014, 11:46 WIB
Turis Perempuan China Diculik Gerombolan Bersenjata di Malaysia
Perbesar
Pesawat Malaysia Airlines MH370 belum lagi selesai, sebuah peristiwa yang bikin trauma para turis di negeri jiran kembali terjadi.

Liputan6.com, Sabah Pesawat Malaysia Airlines MH370 belum lagi selesai, sebuah peristiwa yang bikin trauma para turis di negeri jiran kembali terjadi. Seorang turis asal China dan seorang pekerja hotel asal Filipina diculik gerombolan bersenjata di resor diving (selam) di Sabah.

Dua orang yang diculik -- semuanya perempuan -- sedang berada di dermaga resor pada Rabu malam, saat sejumlah pria yang menaiki perahu menghampiri mereka. Demikian ujar Kepala Komando Keamanan Sabah Timur, Mohammad Mentek kepada New Straits Times, seperti dimuat Reuters, Kamis (3/4/2014).

Seorang pekerja di Singamata Reef Resort yang dikontak Reuters mengonfirmasi bahwa penculikan tersebut benar adanya. Namun ia menolak untuk mengutarakan rinciannya. "Pihak kepolisian Malaysia belum bisa dimintai keterangan," demikian dilaporkan Reuters.

Laporan itu muncul pada saat citra Malaysia telah ternoda oleh publikasi negatif di China terkait cara penanganan kasus hilangnya MH370 dan 239 orang di dalamnya -- yang sebagian adalah warga negara Tiongkok.

Sabah adalah destinasi populer untuk WN China selama beberapa tahun terakhir. Namun, kawasan tersebut telah menghadapi masalah keamanan karena kedekatannya dengan Filipina Selatan yang bergolak.

Februari lalu, lebih dari 100 warga Filipina bersenjata mendarat dengan perahu dan meluncurkan serangan terhadap pasukan keamanan Malaysia -- memicu krisis keamanan besar di daerah dekat dengan resor Singamata .

Lalu, pada November 2013, orang-orang bersenjata mendarat di Pom Pom -- pulau dekat Semporna, menewaskan seorang turis dari Taiwan dan menculik istrinya  Korban kemudian diselamatkan pasukan keamanan Filipina. (Yus Ariyanto)