Bila Warga Kota Bersahabat dengan Lebah

Oleh Liputan6 pada 25 Agu 2005, 01:28 WIB
240805dLnLebah.jpg
Liputan6.com, Paris: Lebah. Sebagian besar manusia umumnya menghindari jenis serangga yang memiliki sengatan berbahaya itu. Namun tidak bagi sepasang suami istri asal Prancis, Michelle dan Armand. Keduanya mempunyai tujuh sarang lebah di teras apartemen mereka yang terletak di tengah hutan beton di pusat ibu kota Prancis, Paris.

Keduanya sama sekali tak asing dengan kehadiran satwa peliharaan mereka. Padahal bukan tidak mungkin banyak tetangga bakal berpikir dua kali untuk sekadar berkunjung ke kediaman mereka. Lebah telah menjadi teman setia mereka sejak sepuluh tahun silam hingga sekarang.

Lebah-lebah itu tampak dapat menyesuaikan diri. Padahal, serangga-serangga itu hidup di tengah polusi dan jauh dari segarnya alam pedesaan yang sebenarnya merupakan habitat lebah sesungguhnya.

Seakan berterima kasih kepada kedua majikan yang telah memelihara selama sepuluh tahun, lebah-lebah itu tiada henti memproduksi madu. Setiap sarang mampu menghasilkan 40 kilogram madu.

Madu yang dihasilkan serangga penyengat peliharaan Michelle dan Armand pun tak kalah bersaing dengan produksi lebah di pedesaan. Hasil produksi lebah-lebah kota itu mempunyai kualitas yang tinggi. Maklum, beragam jenis bunga ada di sekitar tempat tinggal Michelle dan Armand. Ini ditunjang pula dengan suhu udara yang hangat.

Tak hanya di teras apartemen, pasangan suami istri yang berusia senja itu juga menempatkan sebuah sarang lebah di dalam ruang tamu mereka. Aktivitas di delapan sarang berpenghuni 60 ribu ekor lebah itu pun dapat dipantau melalui sebuah layar.

Bagi sepasang suami istri itu, menyaksikan kegiatan lebah memang sangat mengasyikkan. Dari ratu lebah mengerami telur-telurnya hingga lebah memberi makan anak-anaknya. Bahkan, mereka juga terlihat seakan menari saat terbang membawa pollen atau tepung sari bunga yang bakal menjadi sari madu.(ANS/Idr)