Indonesia Now, Wujud Selebrasi Kekayaan Budaya Nusantara

Oleh Nabila Mecadinisa pada 22 Sep 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 24 Sep 2018, 11:13 WIB
Indonesia Now, Wujud Selebrasi Kekayaan Budaya Nusantara

Liputan6.com, Jakarta Indonesia Now merupakan pameran yang mengangkat kekayaan Nusantara yang dikemas dalam bentuk kreatifitas serta karya seni dan telah dikurasi oleh Potato Head dan Bobobobo. Pameran ini akan menyorot sejumlah talenta lokal lewat ragam desain dan seni, yang menjadi simbol selebrasi dari perkembangan dan kelestarian budaya Indonesia.

Dengan konsep tahunan, Indonesia Now merupakan pameran yang nantinya akan diluncurkan di Bali, tepatnya Desa Potato Head pada tanggal 22 September 2018 mendatang. Event ini akan menjadi sebuah festival yang digelar selama satu hari dan menampilkan 22 talenta kreatif yang tersebar dalam lima diorama.

2 dari 3 halaman

Lima diorama

Indonesia Now, Wujud Selebrasi Kekayaan Budaya Nusantara
Temukan ragam kresasi seni dari talenta nusantara yang dikurasi oleh Bobobobo dan Potato Head, Bali.

Diorama-diorama tersebut akan diisi oleh pameran ragam kerajinan seperti Ashworks, Ayu LArasati, Canaan, Du'Anyam, Ibuku, Kalpa Taru, Pubumesu, Sejauh Mata Memandang, Threads of Life, dan Tulola. Untuk Fashion, Deva States, Domestik, Free Form Fabrication, Island of the Gods, Dr. Lawrence Blair, Pleasure, Potato Head, Studio Eksotika, dan tak ketinggalan leading Indonesian artist Eko Nugroho mengisi diorama seni, serta dua instalasi yang menyorot hasil karya fotografi dari Chris Bunjamin dan Wimo Ambala dan lainnya menampilkan karya seni dari Natasha Tontey dan Uji Handoko.

3 dari 3 halaman

Akan disumbangkan untuk pemulihan Lombok pasca gempa

Indonesia Now, Wujud Selebrasi Kekayaan Budaya Nusantara
Temukan ragam kresasi seni dari talenta nusantara yang dikurasi oleh Bobobobo dan Potato Head, Bali.

Untuk menyemarakkan suasana, festival ini juga akan diramaikan oleh ragam stall yang menghadirkan makanan serta minuman dari merek lokal. Tak hanya itu saja, iringan musik juga akan memeriahkan festival ini dengan aksi dari Dj dan juga penampil musik lainnya. Event ini juga bertepatan dengan dilansirnya edisi ke-13 dari Belly Magazine yang di gelar di dalam Potato Head Beach Club yang mengangkat isu tentang Indinesia's creative class yang bisa dinikmati dalam 300 halaman.

Nantinya akan diadakan pula penjualanan t-shirt kolaborasi yang keuntunggannya akan diberikan untuk program pemulihan gempa di Lombok.

Lanjutkan Membaca ↓