Modest Wear Jadi Simbol Toleransi Antar Pemeluk Agama di Amerika

Oleh Vinsensia Dianawanti pada 18 Sep 2018, 08:10 WIB
Diperbarui 18 Sep 2018, 08:10 WIB
Koleksi Terbaru Itang Yunaz di Indonesia Fashion Week 2015
Perbesar
Seorang model memperagakan koleksi terbaru dari desainer Itang Yunaz bertema "Sporty dan Romantis" di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (27/2/2015). (Liputan6.com/Panji Diksana)

Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian orang mungkin masih berpikir bahwa Amerika belum sepenuhnya menerima masuknya busana muslim. Di Amerika pun banyak yang menilai muslim secara negatif. Namun desainer Itang Yunasz justru melihat hal sebaliknya ketika bertandang ke Amerika.

Ia melihat bahwa merek fashion sekelas Dolce Gabanna, Chanel, dan Maxmara sudah memasukkan busana modest dalam rancangannya. Selain itu, Itang pun melihat sebuah peragaan busana modest di Fifth Avenue. Hal ini menandakan bahwa modest wear cukup diterima di Amerika, terutama di bidang fashion.

"Buat saya ini (busana modest) adalah nilai plus yang tidak bisa dinilai dengan apa pun. Karena ini menyangkut suaru kehomatan wanita muslim Indoneaia. Apalagi datang dari Amerika sebenernya negeri yang saya anggap jauh menerima Islam. Buat saya undangan seperti ini (Contemporary Muslim Fashions) adalah sebuah kemujan yang sangat pesat," ujar Itang Yunasz dalam konferensi pers Contemporary Muslim Fashions.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jadi jembatan perdamaian dunia

Koleksi Terbaru Itang Yunaz di Indonesia Fashion Week 2015
Perbesar
Sejumlah model memperagakan busana rancangan Itang Yunaz pada ajang Indonesia Fashion Week 2015 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (27/2/2015). (Liputan6.com/Panji Diksana)

Kedatangan Itang Yunasz di pameran yang diselenggarakan di San Fransisco ini diharapkan mampu menjadi jembatan perdamaian dunia. Terlebih bagi isi agama dan budaya yang begitu sensitif dan menjadi faktor terjadinya peperangan dunia.

Banyak wanita di Amerika yang justru mengenakan busana modest wear. Kebanyakan menggunakan jaket longgar agar tidak memperlihatkan siluet tubuh secara jelas. Karena wanita muslim di Amerika merupakan pendatang dari sejumlah negara Islam, seperti Pakistan, Timur Tengah, dan Lebanon. Sehingga mereka sudah tahu persis bagaimana cara menggunakan pakaian yang sesuai.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rancangan kontemporer bernuansa nusantara

Koleksi Terbaru Itang Yunaz di Indonesia Fashion Week 2015
Perbesar
Model berjalan di atas catwalk memperagakan busana rancangan Itang Yunaz pada ajang Indonesia Fashion Week 2015 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (27/2/2015). (Liputan6.com/Panji Diksana)

Untuk itu, Itang Yunasz menghadirkan busana yang lebih kontemporer untuk pasaran Amerika. Misalnya dengan menghadirkan potongan jaket panjang yang dibuat dengan tangan. Memberikan sentuhan tentang Indonesia yang terkenal cukup memiliki banyak budaya.

Di pameran Contemporary Muslim Fashions ini, Itang memilih motif sumba sebagai inspirasi koleksinya. Dengan tema "Tribalux Sumba", Itang menghadirkan busana dengan embroidery dan printing. Sehingga menampilkan cerita mendalam di balik rancangan yang ia buat.

Lanjutkan Membaca ↓