Cincin Kawin Kekaseh, Simbol Pernikahan Sakral Bermotif Batik dari Anne Avantie

Oleh Vinsensia Dianawanti pada 22 Agu 2018, 14:00 WIB
Diperbarui 22 Agu 2018, 14:00 WIB
Cincin Kawin Kekaseh, Simbol Pernikahan Sakral Bermotif Batik dari Anne Avantie
Perbesar
Anne Avantie bersama The Palace lansir cincin pernikahan bermotif batik yang sakral (Liputan6/pool/The Palace)

Liputan6.com, Jakarta Bagi setiap pasangan, pernikahan tentu menjadi saat yang begitu istimewa dan begitu sakral. Sepasang cincin kawin pun tidak boleh terlewatkan sebagai simbol dari bukti cinta, tautan janji, dan rangkaian doa yang diucapkan untuk sepanjang pernikahan.

Terlebih sepasang cincin kawin memiliki makna yang begitu mendalam bagi pasangan yang mengenakannya.

Untuk itu, The Palace, ritel perhiasaan di Indonesia ingin memberikan koleksi cincin pernikahan yang begitu istimewa. Berkolaborasi dengan Anne Avantie, koleksi cincin kawin ini memiliki motif yang terinspirasi dari batik. Dan yang pasti memiliki arti filosofi kehidupan yang mendalam.

Koleksi cincin Kekaseh ini bukanlah yang pertama diluncurkan oleh The Palace. Jelita Setifa selaku General Manager The Palace menuturkan bahwa koleksi ini begitu baik diterima oleh masyarakat pada 2015. Doa dan makna yang mendalam pada setiap desain mengingatkan masyarakat untuk selalu menghargai nilai-nilai tradisional dalam pernikahan dan tidak melupakan adat istiadatnya.

"Kini, kami bekerja sama kembali dengan Anne Avantie untuk menghadirkan Koleksi Kekaseh yang kedua. Pada koleksi ini, semua desain cantik yang penuh arti kami hadirkan kembali dengan harga yang lebih terjangkau. Harapannya, semakin banyak pasangan dapat memilih cincin kawin dengan makna dan doa yang istimewa ini.”

 

2 dari 3 halaman

Desain sederhana yang kaya akan makna

Cincin Kawin Kekaseh, Simbol Pernikahan Sakral Bermotif Batik dari Anne Avantie
Perbesar
Anne Avantie bersama The Palace lansir cincin pernikahan bermotif batik yang sakral (Liputan6/pool/The Palace)

Desain pada koleksi Kekaseh yang kedua ini memiliki siluet yang sederhana namun kaya dengan filosofi dan doa yang tulus. Agar sepasang kekasih selalu saling setia dalam pernikahan mereka.

"Arti sebenarnya dari nama koleksi ‘Kekaseh’ adalah suatu pengharapan agar selama pernikahan berlangsung, tiap pasangan selalu ingat untuk mencintai dengan putih dan tulus. Bagi saya nilai kesetiaan dan kasih yang tulus menjadi akar dari setiap desain. Kini saya harap doa ketulusan saya ini semakin banyak menyertai pasangan di Indonesia," tutur Anne Avantie.

Sebagai desainer kebaya ternama, Anne Avantie menggabungkan garis tradisonal dengan padanan modern yang secara harmonis. Sehingga menciptakan koleksi cincin yang anggun dan menawan. ini menjadi ciri khas desain yang kental pada koleksi perhiasan cincin pernikahan Kekaseh.

Koleksi cincin kawin Kekaseh diciptakan dengan detail dan indah, baik dari motif ukiran dan pilihan paduan warna seperti emas putih, emas kuning dan emas merah muda yang dihiasi batuan berharga. Ciri khas tradisional batik khas Jawa terukir enam motif pada cincin kawin ini. Ukiran ini menghias indah dan terbuat dari bahan emas dan berlian dengan standar kualitas internasional.

 

3 dari 3 halaman

Motif batik dari Anne Avantie

Cincin Kawin Kekaseh, Simbol Pernikahan Sakral Bermotif Batik dari Anne Avantie
Perbesar
Anne Avantie bersama The Palace lansir cincin pernikahan bermotif batik yang sakral (Liputan6/pool/The Palace)
Cincin Kawin Kekaseh, Simbol Pernikahan Sakral Bermotif Batik dari Anne Avantie
Perbesar
Anne Avantie bersama The Palace lansir cincin pernikahan bermotif batik yang sakral (Liputan6/pool/The Palace)

Masing-masing motif batik yang diukir pun memiliki makna tersendiri. Seperti motif Wahyu Tumurun yang menyiratkan harapan mendapatkan wahyu dari Sang Pencipta. Motif batik inipun biasanya dipakai pada malam sebelum seorang perempuan menjadi pengantin. Kemudian ada juga motif Sido Mukti. Motif ini memiliki makna harapan agar seseorang kemudian di hari akan penuh dengan kemapanan.

Sementara motif Truntum biasanya digunakan oleh orangtua mempelai yang memiliki makna cinta yang bertumpuk untuk pasangan dan anak-anaknya yang menjadi pengantin. Motif yang cukup sakral Parang Kusumo pun biasa digunakan sebagai kain saat tukar cincin. Disebut kusumo yang artinya bunga mekar sehingga pemakainya diharapkan terlihat indah.

Ada juga motif Sekar Jagad yang memiliki makna harapan dan doa agar pemakainya menjadi orang sukses, bermanfaat bagi lingkungan, dan bisa membawa kebahagiaan bagi keluarganya. Terakhir, motif Sido Asih memiliki harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama.

Dari keenam motif batik ini, mana yang menjadi favorit Anda?

Lanjutkan Membaca ↓