Sneakers Ini Bisa Dibuat Sesuai dengan Ukuran Penggunanya

Oleh Vinsensia Dianawanti pada 24 Mei 2018, 21:45 WIB
Diperbarui 26 Mei 2018, 21:13 WIB
Sneakers Ini Bisa Dibuat Sesuai dengan Ukuran Penggunanya

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tidak suka dengan sneakers? Selain nyaman digunakan, sepatu jenis ini mudah dipadupadankan dengan busana apa pun. Adidas, sebagai salah satu produsen sneakers, baru-baru ini merilis sebuah koleksi trainers terbaru yang dicetak menggunakan oksigen dan cahaya.

Sneakers terbarunya ini menggunakan teknik manufaktur terbaru yang menurut Adidas memungkinkan mereka untuk membentuk sepatu secara khusus. Sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran penggunanya. Untuk itu, sepatu yang menggunakan teknologi harus dipesan terlebih dahulu.

Adidas menuturkan bahwa orang memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ada yang lebih berat, lebih ringan, lebih tinggi, atau lebih pendek dari ukuran kebanyakan orang pada umumnya. Seperti dikutip dari Independent pada Kamis (24/5/2018) teknik yang digunakan untuk membuat sepatu ini memungkinkan untuk melakukan perubahan tertentu pada sepatu seseorang.

 

2 dari 3 halaman

Sneakers dibuat dengan oksigen dan cahaya

 

How it's made! #carbon #adidas #futurecraft4d #digitallightsynthesis

A post shared by Brian E (@specracem5) on

Jenis koleksi sneakers ini sendiri bernama Adidas Digital Light Synthesis. Ini menjadi proses yang dibuat oleh sebuah perusahaan bernama Carbon yang bekerja sama dengan Adidas untuk menciptakan sepatu ini. Cara kerja dari teknologi adalah dengan menggunakan proyeksi cahaya digital, optik yang dapat ditembus oksigen, dan resin cair yang dapat diprogram untuk menghasilkan kinerja tinggi. Tak ketinggalan, produk polimer yang tahan lama.

Lebih sederhana, proses ini dimulai dengan mencetakan midsole sepatu 3D. Kemudian kualitasnya diuji untuk menentukan kelenturan dari sepatu ini. Yang membedakan sneakers ini dengan sneakers pada umumnya adalah bahwa sepatu ini menggunakan polimer cair, bukan plastik padat. Sehingga memungkinkan sepatu lebih ringan dan nyaman.

Sementara oksigen dan cahaya digunakan untuk membentuk polimer cair. Ketika polimer terkena cahaya, ia akan mengeras. Sedangkan ketika terkena oksigen, polimer tersebut akan tetap cair. Sehingga teknologi ini memungkinkan sepatu dibuat oleh kedua proses tersebut dalam waktu yang bersamaan.

 

3 dari 3 halaman

Sneakers dibuat dengan oksigen dan cahaya

"Dengan AlphaEdge 4D ini, tujuan kami adalah meningkatkan persiapan atlet untuk olahraga mereka. Running menjadi dasar setiap atlet menjalani latihan. Adidas memahami bahwa setiap atlet memiliki pola gerakan yang berbeda berdasarkan olahraga, postur tubuh, dan jenis kelamin. Teknologi 4D ini memungkinkan kami untuk memberikan produk yang mengakomodasi perbedaan itu," ujar Andy Barr selaku Direktur Global Perusahaan.

Sepatu ini akan dibanderol pada kisaran harga Rp 4,5 juta dan hanya akan diproduksi dalam jumlah terbatas melalui aplikasi Adidas pada akhir bulan. Adidas hanya akan menyediakan sepatu itu di beberapa pengecer terpilih.

Lanjutkan Membaca ↓