Mahakarya 25 Tahun Sebastian Gunawan Klimaks dalam Buku

Oleh Meita Fajriana pada 05 Mei 2018, 10:06 WIB
Diperbarui 05 Mei 2018, 10:06 WIB
Peragaan Busana Bertajuk Blissful Blossom dari Sebastian Gunawan
Perbesar
Desainer Sebastian Gunawan tampil di atas catwalk usai memerkan karyanya dalam peragaan busana Aqua Reflections x Sebastian Gunawan di Jakarta, Senin (5/2). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Sebastian Gunawan menandai puncak perayaan 25 tahun labelnya dalam sebuah buku berjudul Whisper/ROAR. Peluncuran buku menjadi penutup rangkaian mulai dari fashion show bertajuk sama dan instalasi pameran.

"Merilis buku merupakan klimaks dari rangkaian perayaan 25 tahun label Sebastian Gunawan setelah sebelumnya menggelar peragaan whisper/ROAR dan pameran karya-karya kami.

Tak sendiri, ia merayakan pencapaian karier dengan menghasilkan mahakarya bersama partnernya Cristina Panarese. Mereka pun menyiapkan sebuah panggung instalasi audio visual yang spesial dalam peluncuran buku setebal 250 halaman itu.

 

 

Penutup yang Indah

Sebastian Gunawan
Perbesar
Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese di peluncuran buku Whisper/ROAR di Jakarta, Jumat (5/5/2018) (Liputan6.com/Meita Fajriana)

"Ini menjadi penutup yang indah. Setelah buku ini selesai tepatnya dua hari yang lalu saya dan Cristina merasa bahagia dan lega. Very proud untuk semuanya," lanjut Sebastian Gunawan di Plaza Indonesia, Jumat (4/5/2018).

Bab per bab buku menyajikan kumpulan karya terbaik dan desain ikonis dalam bentuk foto. Foto tersebut hasil bidikan tiga fotografer Peter Tjahjadi, Anton Johnsen, dan Moka Wong.

Buku yang Menginspirasi Harga Konsistensi

Sebastian Gunawan
Perbesar
Buku Whisper/ROAR (Liputan6.com/Meita Fajriana)

Detail busana menunjukkan Seba, begitu sapaan akrabnya dan Cristina selalu berinovasi dalam pola dan ornamen. Mereka menyukai hal yang rumit dan berhasil membuatnya menjadi mahakarya.

Selain memberikan hal berbeda dan berkesan, buku ini diharap bisa menginspirasi banyak orang untuk konsisten dalam berkarya. "Sebab butuh proses panjang dan perjuangan yang tidak mudah untuk tetap berada di jalur yang telah kita pilih dan cintai. tetapi pengorbanan yang telah dilakukan pasti sepadan", tutup Sebastian dan Cristina.

Lanjutkan Membaca ↓