193 Atlet Disabilitas dan Non Difabel Dilantik Jadi PNS Kemenpora

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 13 Agu 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 10:00 WIB
Jendi Pangabean, ASEAN Para Games 2022
Perbesar
Jendi Pangabean memamerkan medali emas yang ia raih di ASEAN Para Games 2022 (Dok. INASPOC)

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 193 atlet disabilitas dan non difabel berprestasi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali.

Pada Rabu 10 Agustus 2022, Amali mengambil sumpah PNS di formasi olahragawan berprestasi untuk bertugas di lingkungan Kemenpora. Hal ini sebagai wujud komitmen pemerintah dan Presiden Joko Widodo kepada atlet berprestasi di tingkat internasional.

"Ini adalah komitmen pemerintah dan Presiden Joko Widodo, untuk memberikan kesempatan kepada para atlet disabilitas dan non difabel berprestasi di tingkat internasional baik di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade," kata Amali usai mengambil sumpah di Auditorium Wisma Menpora Senayan, Jakarta, Rabu 10 Agustus mengutip keterangan pers Jumat (12/8/2022).

Bangsa Indonesia saat ini telah memiliki Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dipayungi Peraturan Presiden (Perpres) No.86/2011 dan UU No. 11/2022 tentang keolahragaan. Semua itu menempatkan para atlet dalam posisi setara dan sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan baik disabilitas maupun non difabel.

"Jika atlet non difabel mendapat kesempatan untuk menjadi PNS di Kemenpora, atlet difabel ini juga mendapatkan kesempatan yang sama. Itulah komitmen pemerintah, Presiden Joko Widodo. Mudah-mudahan ini dapat terjaga dan akan terus kami kawal dan realisasikan sesuai aturan yang berlaku," ujar Amali.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Atlet Disabilitas yang Jadi PNS

Jendi Pangabean, ASEAN Para Games 2017
Perbesar
Perenang Jendi Pangabean ikut menyumbangkan medali emas pada ASEAN Para Games 2017, Senin (18/9/2017). (Bola.com/Ronald Seger)

Amali berharap para atlet dapat sungguh-sungguh memegang janji dan sumpah PNS hingga paripurna nantinya.

"Kepada para PNS yang baru diambil sumpah, saya harap saudara-saudara tadi mengucapkan dengan sungguh-sungguh dari hati, dan semua janji harus menjadi pegangan sepanjang saudara berstatus PNS sampai berhenti nantinya posisinya sebagai PNS," urai Amali.

Salah satu atlet disabilitas yang diangkat menjadi PNS adalah Jendi Pangabean. Atlet renang difabel yang sudah mengharumkan nama Indonesia ini mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menpora Amali usai dirinya sah menjadi PNS di Kemenpora.

Peraih lima medali emas di ajang ASEAN Para Games Solo 2022 ini merasa mantap menatap Paralimpiade Paris 2024 mendatang.

"Saya merasa senang dan berterima kasih kepada Pak Menpora dan Pak Presiden Jokowi. Tentunya hari ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami khususnya atlet-atlet difabel," ucap Jendi usai diambil sumpah PNS di Auditorium Wisma Menpora Senayan, Jakarta, Rabu (10/8).

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Target Paralimpiade

Renang
Perbesar
Perenang Indonesia, Jendi Pangabean, selebrasi usai menjadi yang tercepat pada Asian Para Games cabang renang nomor 100 meter gaya punggung S9 di Stadion Aquatic, Jakarta, Kamis (11/10). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Menurutnya apresiasi pemerintah dan Kemenpora ini membuat dirinya lebih termotivasi menuju target hattrick-nya yakni tampil di Paralimpiade Paris 2024.

"Target kita tetap paralimpiade. Yang terdekat adalah di Paralimpiade Paris 2024 mendatang, jika itu berhasil ke Paris akan menjadi hattrick saya mengikuti paralimpiade," ujar pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan ini.

Jendi menilai pemerintah sangat memerhatikan para atlet disabilitas seperti dirinya yang telah disetarakan bahkan menjadikannya sebagai PNS untuk jaminan hari tua.

"Kami merasa disetarakan disamakan dengan atlet non difabel, dan dengan ini kami merasa telah sah menjadi PNS Kemenpora tentunya ini sangat menjadi penyemangat bagi kami ke depan untuk lebih berprestasi," kata Jendi.

"Dengan ini kami pasti bersemangat untuk berlatih karena tak lagi memikirkan lagi masa-masa tua kami, karena ini sudah menjadi jaminan buat kami di masa tua ketika nanti pensiun," urainya menambahkan.

Usai libur, dirinya dan rekan-rekannya akan kembali ke pelatihan nasional di Solo sebagai persiapan mereka menghadapi multievent di tahun 2023 mendatang.

"Setelah ini kami libur dua minggu dan kembali lagi ke pelatnas di Solo untuk persiapan Asean Para Games Kamboja dan Asian Games China pada 2023," katanya.


Selain Jendi

Ni Nengah Widiasih Berhasil Sabet 2 Emas dan Pecahkan Rekor ASEAN Para Games 2022
Perbesar
Indonesia patut berbangga hati, Ni Nengah Widiasih, Atlet para-angkat besi berhasil meraih dua medali emas dan pecahkan rekor baru di ASEAN Para Games 2022. (Instagram/widia_angel).

Selain Jendi, atlet disabilitas lain yang diangkat menjadi PNS adalah Ni Nengah Widiasih.

Atlet para angkat berat putri Indonesia ini juga menyampaikan terima kasih atas perhatian penuh Presiden Joko Widodo dan Kemenpora. Usai dirinya diberikan penghargaan dan kesetaraan sebagai PNS di lingkungan Kemenpora.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Pak Menpora Amali atas penghargaan ini. Diangkat sebagai PNS ini saja sudah merupakan penghargaan yang luar biasa bagi kami," ucap Ni Nengah usai diambil sumpah PNS di lokasi yang sama.

Atlet kelahiran Karangasem, Bali ini pun masih terus tetap menjadi atlet, untuk mengejar mimpi-mimpinya tampil di Paralimpiade 2024 mendatang, meski statusnya PNS di Kemenpora.

"Saya sendiri masih tetap menjadi atlet, tetap fokus latihan. Saya masih ingin terus mengejar mimpi dan masih latihan di pelatnas. Masih banyak ke depan kualifikasi-kualifikasi yang akan diikuti untuk persiapan bertanding di Paralimpiade Paris 2024 mendatang," urai Widi.

"Kalau di tahun ini kualifikasi saya sudah cukup, mungkin yang terdekat di awal tahun depan yaitu World Championship di Dubai dan masih ada kualifikasi-kualifikasi yang lainnya," tambahnya.

Atlet kelahiran 12 Desember 1992 ini pun berharap prestasi yang telah ia raih mampu menjadi contoh dan semangat bagi para junior-juniornya nanti di masa depan.

"Semoga apa yang terjadi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet junior dan atlet-atlet muda lain agar bisa berprestasi lebih baik lagi ke depan. Semoga nanti mereka bisa mengikuti jejak kami bahkan lebih baik," urai peraih medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020 ini.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas
Perbesar
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya