Penyandang Disabilitas Berbagi Cerita Ditolak di Parkiran Khusus Difabel

Oleh Fitri Syarifah pada 03 Jul 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 18:00 WIB
Ilustrasi Berujung pada Amputasi dan Disabilitas, Ini Alasan Luka pada Pasien Diabetes Melitus Jarang Disadari. Foto: Lara Jameson, Pexels.
Perbesar
Iliustrasi Berujung pada Amputasi dan Disabilitas, Ini Alasan Luka pada Pasien Diabetes Melitus Jarang Disadari. Foto: Lara Jameson, Pexels.

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria yang kakinya diamputasi akibat kecelakaan, membagikan rekaman yang menunjukkan dirinya ditegur seorang pengemudi van yang menceramahinya bahwa ia tidak berhak untuk parkir di parkiran khusus penyandang disabilitas.

Dilansir dari Heraldsun, pria Inggris yang bernama Ben Perry tersebut mengalami kecelakaan setelah ia membantu orang lain yang kecelakaan di jalan raya pada tahun 2018. Namun nahas, Perry justru ditabrak oleh mobil lain dan terluka parah.

Sejak itu, Perry dipasangi kaki palsu, dan setelah beberapa kali berdebat memohon identitas disabilitasnya dengan dewan lokalnya, akhirnya ia diberi lencana biru (lencana yang setara untuk izin parkir disabilitas di Australia (ADP)).

Namun, seorang pengemudi van yang tidak mengetahui dirinya juga seorang penyandang disabilitas, kemarin menuduh Perry salah menggunakan tempat parkir penyandang disabilitas.

Pria itu berhenti di mobil Mr Perry tepat setelah jam 11 pagi dan membunyikan klakson untuk menarik perhatiannya.

Perry menangkap rekamannya melalui dasbor mobilnya, saat pria tersebut mendekati mobil Perry untuk berbicara dengannya.

"Oi, itu ruang penyandang disabilitas, Anda tidak bisa parkir di sana,” kata pengemudi itu.

Perry pun menjawab dengan mengatakan, “Mengapa tidak? Saya penyandang disabilitas”.

Pengemudi kemudian bertanya di mana lencana birunya, dan Perry menunjukk ke kaca depannya, tempat lencana birunya menempel.

Sang pengemudi yang kebingungan kemudian tertegun dan merasa canggung setelah Perry menunjukkan kaki palsunya.

"Lihat, saya punya satu kaki," ujar Perry sambil mengangkat celananya untuk menunjukkan kaki palsunya.

Setelah itu, sang pengemudi hanya merespon dengan, "Oh, oke, kalau begitu" sebelum pergi.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Komentar warganet

Percakapan canggung itu dibagikan oleh Perry melalui Twitter pada hari Rabu dan mendapat beberapa tanggapan dari para pengikutnya.

"Lucu, bagaimana Anda keluar dari masalah itu, jangan-jangan, si pengemudi van lah orang yang menyalahgunakan ruang penyandang disabilitas," tweet salah satu komentar.

"Sungguhan, betapa sulitnya tetap sopan di beberapa waktu," komentar lainnya.

Sementara orang lain menyinggung sentimen bahwa tidak semua disabilitas terlihat.


Layanan khusus untuk disabilitas

Sebuah layanan baru di Inggris memudahkan teman Tuli untuk membuat panggilan darurat untuk pertama kalinya.

Dilansir dari BBC, layanan yang disebut 999 BSL ini menggunakan bahasa isyarat Inggris (BSL) melalui aplikasi atau situs web.

Penelepon yang menghubungi layanan darurat 999 ini nantinya akan terhubung langsung dengan juru bahasa BSL. Penerjemah kemudian akan meneruskan informasi dari konservasi ke operator 999.

Seperti nomor-nomor umum yang dapat dihubungi orang-orang untuk menghubungi layanan darurat seperti ambulans, polisi, dan pemadam kebakaran maka 999 BSL juga gratis untuk digunakan dan dapat diakses 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

 


Cara melakukan panggilan bantuan

Layanan teks untuk 999 juga sudah ada, namun pengguna harus mendaftar dulu baru bisa digunakan. Sementara layanan berbasis bahasa isyarat yang baru ini tidak memerlukan pendaftaran, artinya penelepon dapat menggunakannya selama aplikasi atau halaman web terbuka.

Untuk melakukan panggilan dengan 999 BSL, pengguna hanya perlu menekan tombol merah yang ada di aplikasi atau di halaman web yang akan menghubungkan mereka ke juru bahasa.

Ofcom, yang mengawasi sejumlah layanan komunikasi di Inggris termasuk TV dan radio, mengumumkan perusahaan telepon dan broadband harus sudah terpasangi layanan tersebut per Juni lalu, dengan mengatakan bahwa dengan itu bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Sejumlah badan amal dan organisasi yang mengkampanyekan layanan tersebut menyambut baik kabar tersebut.

 

 

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas
Perbesar
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya