Ilmuwan Mendeteksi Perbedaan Menarik di Mata Anak-anaks Autisme dan ADHD

Oleh Fitri Syarifah pada 23 Jun 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 13:00 WIB
anak autisme
Perbesar
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Liputan6.com, Jakarta Jika berkaitan dengan diagnosis kondisi perkembangan saraf seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan Autism Spectrum Disorder (ASD), semakin dini dan akurat diagnosis semakin baik.

Jika itu tercapai maka akan ada lebih banyak waktu untuk perawatan dan manajemen gejala, dan seringkali diagnosis memberi orang pemahaman yang jauh lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Sayangnya, ADHD dan ASD, atau gangguan mental lainnya, memerlukan kriteria untuk didiagnosis, dan berada pada spektrum tertentu. Tapi tidak ada satu tes pun yang dapat mengidentifikasinya. Namun kemudian penelitian baru menunjukkan alternatif yang berpotensi cepat dan andal untuk mendeteksi tanda-tanda kondisi ini, yaitu melalui tes mata.

Dilansir dari Sciencealert, para ilmuwan telah dapat menggunakan tes yang disebut electroretinogram (ERG), yang mengukur aktivitas listrik retina sebagai respons terhadap cahaya, untuk mendeteksi pola aktivitas yang berbeda pada mereka yang menderita ADHD dan ASD.

"ASD dan ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang paling umum didiagnosis pada masa kanak-kanak. Tapi karena mereka sering memiliki sifat yang sama, membuat diagnosis untuk kedua kondisi bisa panjang dan rumit," kata peneliti optometris Paul Constable, dari Flinders University di Australia.

"Penelitian kami bertujuan untuk meningkatkan ini. Dengan mengeksplorasi bagaimana sinyal di retina bereaksi terhadap rangsangan cahaya, kami berharap dapat mengembangkan diagnosis yang lebih akurat dan lebih awal untuk kondisi perkembangan saraf yang berbeda."

Sebanyak 226 anak-anak dilibatkan dalam penelitian, 55 dengan ASD, 15 dengan ADHD, dan 156 kontrol tanpa ADHD maupun ASD. Pemindaian menunjukkan bahwa anak-anak dengan ADHD menunjukkan energi ERG keseluruhan yang lebih tinggi, sementara mereka dengan ASD menunjukkan lebih sedikit energi ERG.

Para peneliti menyarankan bahwa perbedaan dalam cara otak orang dengan ADHD dan ASD terhubung (misalnya konektivitas yang berbeda dan tingkat pembawa pesan kimia yang berbeda seperti dopamin) kemudian tercermin di mata. Studi sebelumnya juga menyoroti bagaimana mata dapat mencerminkan apa yang terjadi di otak.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Masih studi awal

Ini adalah studi pertama dari jenisnya dan kami masih dalam tahap awal. Namun, hasilnya cukup untuk menunjukkan bahwa pola perilaku mata dapat digunakan untuk mengidentifikasi ADHD dan ASD pada anak-anak, dan untuk membedakannya satu sama lain.

"Sinyal retina memiliki saraf spesifik yang menghasilkannya, jadi jika kita dapat mengidentifikasi perbedaan ini dan melokalisasinya ke jalur spesifik yang menggunakan sinyal kimia berbeda yang juga digunakan di otak, maka kita dapat menunjukkan perbedaan nyata untuk anak-anak dengan ADHD dan ASD dan berpotensi kondisi perkembangan saraf lainnya," kata Constable.

 


ASD dan ADHD

ASD, yang mempengaruhi sekitar 1 dari seratus anak, menyebabkan perbedaan dalam cara anak-anak berperilaku: yang dapat mencakup bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia misalnya, dan bagaimana mereka berkomunikasi dengan orang lain.

ADHD diperkirakan mempengaruhi antara 5 dan 8 dalam seratus anak. Seperti ASD, ini melibatkan perkembangan otak, tetapi dalam kasus ini ditandai dengan terlalu aktif, berjuang untuk mengendalikan tindakan impulsif, dan sulit berkonsentrasi.

 


Diagnosis harus tepat

Ada perawatan yang efektif untuk mengelola ASD dan ADHD, tetapi diagnosis yang tepat adalah kuncinya. Penelitian lebih lanjut sekarang akan diperlukan untuk menetapkan dengan tepat bagaimana sinyal retina berbeda pada orang dengan ADHD dan ASD, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi ini.

"Pada akhirnya, kami melihat bagaimana mata dapat membantu kami memahami otak. Ini benar-benar kasus bagaimana mata melihat dunia, dan ketika itu terjadi, mata bisa mengungkapkan semuanya," kata psikolog kognitif Fernando Marmolejo-Ramos, dari University of South Australia.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas
Perbesar
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya