Mural Baru Di Museum Queens Terinspirasi oleh Bahasa Isyarat

Oleh Fitri Syarifah pada 20 Mar 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 20 Mar 2022, 14:00 WIB
Mural karya Christine Sun Kim
Perbesar
Seniman tunarungu, Christine Sun Kim, yang tinggal di Berlin mengaku muralnya terinspirasi dari bahasa isyarat. Foto: Instagram @chrisunkim

Liputan6.com, Jakarta Seniman tunarungu, Christine Sun Kim, yang tinggal di Berlin mengaku muralnya terinspirasi dari bahasa isyarat.

Instalasi yang baru saja dibuka di Queens Museum di New York, terdiri dari rendering grafis hitam-putih dari Bahasa Isyarat Amerika. Total dari lima kata dengan gerakan tangan dan disampingnya tercantum kata-kata yang sama namun ditulis dalam bahasa Inggris.

Dilansir dari NYTimes, Christine Sun Kim yang merupakan seorang tunarungu, mengaku tertarik untuk mengeksplorasi cara multisensori dalam menggambarkan suara. Dengan demikian juga bisa membantu keberadaan tunarungu semakin dilirik.

Ternyata hasilnya menyerupai mural bintang jatuh, pelangi, dengan beberapa awan. Kim sendiri mengaku awalnya tidak bermaksud agar hasilnya bisa demikian rupa. Sehingga ia merassa senang melakukannya dan bahkan menggambarkan karyanya sebagai torehan yang disamarkan sebagai serangkaian bentuk (“a score disguised as a series of shapes”).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Renungan krisis COVID-19

Mengenai frasa judulnya sendiri, Kim, yang merupakan ibu dari satu anak, terkejut dengan bagaimana teman-teman Amerika-nya bekerja berjam-jam, terkadang di lebih dari satu pekerjaan, dan tidak pernah merasa santai dalam peran mereka sebagai orang tua.

“Sepertinya kehidupan sehari-hari semakin brutal,” kata seniman Amerika tersebut.

Kurang lebih, muralnya tersebut berisikan renungan krisis COVID-19, bahwa waktu seolah menyuruh saya berisitirahat lagi. Ditambah ketidaksetaraan yang merajalela, kerusakan lingkungan, dan efek menghancurkan kapitalisme.

Dari renungan itu, Kim menorehkan perasaannya dengan 5 kata: “Time Owes Me Rest Again” (2022) pada dinding yang memakan tempat setinggi 100 kaki.

“Waktu dibuat untuk menjadi mewah. Tapi idealnya, seharusnya tidak,” katanya.

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya