Wanita Disabilitas Fisik Bakal Sebrangi Selat Inggris Demi Amal

Oleh Fitri Syarifah pada 04 Agu 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 16:00 WIB
Pesona Keindahan Pantai Laut Baltik di Polandia
Perbesar
Seorang pria berenang di laut Baltik di Gdynia, Polandia utara (24/5/2019). Dalam bahasa Jerman, laut ini disebut Ostsee yang sebenarnya berarti "laut Timur". (AP Photo/Darko Vojinovic)

Liputan6.com, Jakarta Seorang mantan perwira polisi yang mengalami disabilitas fisik akibat kecelakaan sepeda motor 20 tahun lalu akan menunjukkan kemampuannya berenang di Selat Inggris.

Dilansir dari BBC, Paula Craig, dari Pembrokeshire, ia berharap menjadi orang pertama dengan cedera tulang belakang lengkap yang berenang di Selat tanpa pakaian selam. Wanita di usia 58 tahun ini akan berenang di Channel sebagai bagian dari tim estafet yang terdiri dari enam orang, yang akan bergantian berenang masing-masing selama satu jam. Kegiatan menantang ini ia lakukan untuk beramal.

Kecelakaannya terjadi pada tahun 2001. Ia ditabrak mobil saat mengendarai motornya. Saat itu ia bekerja sebagai Polisi Metropolitan di London, serta menjadi pelari maraton sub-tiga jam dan atlet triatlon.

Yang ia ingat, saat ia terbangun di pinggir jalan, ia sudah mulai mencoba menerima nasibnya, sembari melanjutkan tuugasnya sebagai polisi hingga naik pangkat menjadi inspektur detektif sekaligus bersaing sebagai atlet kursi roda internasional.

 

Simak Video Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berlatih renang

Untuk menghadapi tantangan renang tersebut yang akan berlangsung pada 16 Agustus, Craig, yang sekarang tinggal di London, telah berlatih renang di lepas pantai Fishguard, Pembrokeshire.

Rezimnya adalah berenang selama 90 menit, sebelum istirahat dan berenang satu jam lagi, dengan semuanya ia lakukan di dalam air yang bersuhu di bawah 16 derajat celcius.

Ia mengaku mempersulit latihannya untuk setiap tantangan yang ia hadapi. "Saya berharap persiapannya lebih keras daripada berenang yang sebenarnya, karena persiapannya sangat sulit," katanya.

Adapun tantangan ini didakan dengan setiap tim beranggotakan enam orang yang masing-masing akan berenang selama satu jam. Oleh karena itu, Craig sudah mempersiapkan mental juga kalau suatu saat gilirannya tiba.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sangat sulit

"Jelas Anda akan berada di kapal selama lima jam, berpotensi sakit, berpotensi merasa mual, dengan kemungkinan terbangun di tengah malam untuk diberi tahu bahwa giliran Anda berikutnya," tambahnya.

"Jadi ini akan menjadi sangat, sangat sulit, tetapi jika Anda akan melakukan tantangan maka sudah sewajarnya itu akan sulit, saya kira. Berenang di perairan terbuka sungguh luar biasa. Terasa fantastis bagi kebanyakan orang, tapi bagi saya yang seorang pengguna kursi roda...benar-benar berada di dalam air tanpa apapun di sekitar Anda juga terasa luar biasa," jelasnya.

Adiknya Sue Evans mengakui ketangguhan dan tekad Craig. "Ia tidak pernah menyerah pada apa pun. Apa pun yang ia lakukan, ia harus melakukannya dengan sangat baik. Kalau saya tidak akan masuk ke laut (berenang) pada saat ini juga, namun ia (Craig) yang akan berenang di Selat, sungguh menakjubkan," katanya, dikutip dari BBC.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19.

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya