Motor Listrik Roda Tiga Bantu Remaja Disabilitas Tingkatkan Omzet Dagangan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 27 Jun 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 27 Jun 2021, 12:00 WIB
Gading Ogi Saputra (Tangkapan Layar Laman Kementerian Sosial)
Perbesar
Gading Ogi Saputra (Tangkapan Layar Laman Kementerian Sosial)

Liputan6.com, Jakarta Motor listrik roda tiga menjadi sarana bagi remaja penyandang disabilitas fisik bernama Gading Ogi Saputra, untuk sehari-hari menjajakan dagangannya.

Gading mengalami disabilitas fisik sejak lahir, karena terlambatnya perkembangan fisik kedua kakinya hingga tidak berfungsi normal. Ini membuatnya harus berjalan dengan merangkak dibantu kedua tangannya.

Selama dua tahun terakhir, remaja 17 tahun di Pekalongan ini bekerja sebagai penjual kopi keliling. Pada Mei 2021 lalu, ia mendapatkan bantuan motor listrik roda tiga dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Dilansir dari siaran pers di laman Kemensos pada Kamis (25/6/2021), Gading biasanya berjualan pada pukul 5 sore hingga 11 malam.

Ia sering menyempatkan salat Magrib di Masjid Agung yang lokasinya berada di samping Alun-Alun Pekalongan. Malam hari menjadi waktu yang dipilih untuk berjualan karena banyak orang berkumpul di alun-alun.

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Manfaatkan Aplikasi WA

Gading juga biasanya berjualan di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan. Para pegawai instansi itu menggunakan pesan suara di aplikasi Whatsapp Gading untuk memesan kopi.

Beni, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Kabupaten Pekalongan mengatakan, keberadaan Gading membantu mereka di saat kantin kantor ditutup.

"Karena COVID-19, kantin kantor tutup. Jadi kita tinggal panggil Gading kalau butuh minuman dan rokok," kata Beni.

Motor roda tiga yang digunakan Gading sendiri cukup membantu menaikkan omzet dagangannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Motor Roda Tiga Bantu Tingkatkan Omzet

Saat masih menggunakan sepeda, dalam sehari Gading memperoleh sekitar 500 ribu. Dengan motor listrik itu, dia bisa menaikkannya hingga 900 ribu per hari.

Menurut Gading, keberadaan kotak atau box di motor tersebut membuatnya bisa menambah jumlah dan variasi barang dagangannya, serta memperluas jangkauan dan menghemat waktu dan energi.

Dari keuntungan yang didapat, Gading biasanya menyisihkan 200 hingga 300 ribu rupiah untuk ditabung di salah satu bank swasta.

Purwoji, Pendamping Penyandang Disabilitas Kabupaten Pekalongan, mengatakan bahwa keberadaan motor listrik roda tiga membuat Gading menjadi semakin percaya diri dan bersemangat untuk berjualan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas
Perbesar
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya