Tak Pernah Kursus Barista, 4 Sekawan dengan Disabilitas Ini Rintis Usaha Kedai Kopi

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 21 Jun 2021, 12:21 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 12:21 WIB
Ilustrasi Kopi
Perbesar
Ilustrasi kopi (dok. Pixabay/Putu Elmira)

Liputan6.com, Jakarta Empat sekawan penyandang disabilitas ini bisa menjadi contoh sukses bagi mereka yang memiliki keterbatasan, tetapi mau berjuang. Syarif, Heru, Nabil, dan Muhayat, merintis sebuah usaha kedai kopi yang diberi nama Kitacinta Coffee.

Keempatnya merupakan alumni Balai Besar Vokasional "Inten Suweno" Cibinong, Bogor, dan telah memulai usaha kopi mereka sejak bulan Januari 2020.

Syarif Hidayatullah, mengatakan bahwa kegemarannya bersama ketiga temannya itu meminum kopi, membuat pria 23 tahun bersama kawan-kawannya itu bermimpi membangun usaha kedai kopi.

"Jadi, dua kawan kami, yaitu Heru dan Nabil suka nongkrong minum kopi. Dari situ terpikir dan mengonsep usaha kedai kopi ini," kata pemuda asal Sumatera Selatan ini, seperti dilansir dari laman Kementerian Sosial, Minggu (20/6/2021).

Syarif mengatakan, mereka tidak mengikuti pelatihan khusus meracik kopi. Ia menceritakan bahwa banyak orang yang tidak percaya bahwa mereka mempelajarinya secara mandiri.

"Banyak orang nggak percaya, kalau kami sama sekali nggak pernah ikut kursus jadi barista. Semua dipelajari autodidak di YouTube, malam hari sebelum jualan dengan mobil VW," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terdampak Pandemi

Syarif menceritakan bahwa perjalanan usaha empat sekawan ini dimulai di Bilangan SMA 62 Jakarta. Perlahan, Kitacinta Coffee mulai dikenal di masyarakat.

"Usai sering muncul, kami pun kerap diundang ke event-event sekolah sebagai pengisi stand minuman," kata Syarif.

Beberapa waktu lalu, kedai ini juga sempat mengisi stand di peresmian Sentra Kreasi ATENSI di Balai Ciungwanara Bogor.

Namun, usaha mereka sempat terdampak pandemi COVID-19. Tak lama setelah dibuka, kedai tersebut sempat harus rehat sejenak karena pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Pandemi COVID-19 dan PSBB yang terus menerus diberlakukan berdampak pada usaha Kitacinta Coffee," kata Syarif.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dapatkan Tempat Usaha

Empat penyandang disabilitas rintis usaha kedai kopi Kitacinta Coffee (Tangkapan Layar Laman Kementerian Sosial)
Perbesar
Empat penyandang disabilitas rintis usaha kedai kopi Kitacinta Coffee (Tangkapan Layar Laman Kementerian Sosial)

Omzet usaha mereka saat itu menjadi tidak menentu akibat pandemi. Syarif dan kawan-kawannya pun meminjam dana modal usaha ke salah satu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) milik salah satu bank swasta.

"Alhamdulillah, kami mendapatkan tempat usaha di Jakarta Timur dengan bantuan KSP yang peduli melalui pemberdayaan penyandang disabilitas," katanya.

Kitacinta Coffee telah mengeluarkan sembilan varian olahan kopi dan dua varian minuman non-kopi. Mereka juga menambah cookies, sebagai hasil dari kerja sama dengan UMKM sejenis.

Menurut Syarif, produk andalan mereka adalah irish creme latte dan es kopi susu gula aren.

Selain itu, mereka juga menghadirkan produknya dalam bentuk kemasan lain seperti dengan botol 250 mililiter dan botol 1 liter, yang bisa dipesan di outlet Kitacinta maupun toko online.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona

Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona
Perbesar
Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓