Beri Latihan Musik ke Penyandang Disabilitas, Kemensos Gandeng Pelatih Vokal Bertha

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 11 Jun 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 18:00 WIB
Ilustrasi lagu, musik
Perbesar
Ilustrasi lagu, musik. (Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng pelatih vokal Bertha, untuk memberikan pelatihan musik bagi para penyandang disabilitas menjelang konser Asia Pacific 2022.

"Kedepannya kita akan membahas program pendidikan musik dan vokal untuk anak-anak disabilitas dengan Kementerian Sosial," kata mantan coach di Akademi Fantasi Indosiar (AFI) ini.

Kerja sama lewat Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial tersebut dilakukan karena mereka melihat para penyandang disabilitas memiliki talenta yang berbeda-beda. Tidak terkecuali dalam bidang musik.

Kemensos akan bekerja sama dengan sekolah vokal Talenta Svara Bertha lewat tahap pertama, yang dilakukan untuk mengetahui mana penyandang disabilitas yang memiliki potensi untuk diberdayakan.

"Ini dilakukan karena musik tidak hanya genjrang-genjreng, namun banyak hal yang dapat diambil," kata Bertha seperti dilansir dari siaran pers di laman Kemensos pada Kamis (10/6/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Yakin Jika Dilatih Konsisten

Menurut pemilik Talenta Svara Bertha tersebut, apabila dilatih konsisten, dirinya yakin bahwa penyandang disabilitas pun mampu dalam bermusik.

"Jika kita bisa konsisten latihan saya yakin bisa. Yang memiliki potensi bermain gitar, dilatih gitar. Bass dilatih bass. Satu per satu kita latih," kata Bertha.

Sementara itu, menurut Toni Brilianto, Direktur Musik Talenta Svara Bertha, untuk melatih seorang musisi, harus diketahui bagaimana keahlian yang dimilikinya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mendengar Dulu Musisi

Ilustrasi Lagu
Perbesar
Ilustrasi Lagu. (Bola.com/Pixabay)

"Langkah pertama harus tahu dulu musisi yang mau diberdayakan," kata Toni.

"Kita ingin dengar dari Kemensos baru kita bisa lebih lanjut, mulai dari mana nih, apakah musisinya membutuhkan sentuhan-sentuhan atau secara teknis butuh aransemen," katanya.

Toni berharap agar di Konser Asia Pasifik 2022 nanti, musisi yang diberdayakan merupakan musisi-musisi yang sudah memiliki dasar-dasar bermusik, atau yang sudah profesional.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut akan menunjang penampilan dari musisi itu sendiri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Perbesar
Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓