Intip Cara Penyandang Tuli Farhan Winarto Isi Ramadan dengan Berlatih Merias dan Bagi-Bagi Takjil

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 09 Mei 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 09 Mei 2021, 13:00 WIB
Ahmad Farhan Winarto penyandang Tuli dan CP yang mahir merias.
Perbesar
Ahmad Farhan Winarto penyandang Tuli dan CP yang mahir merias. Foto: Dokumen pribadi.

Liputan6.com, Jakarta Ahmad Farhan Winarto adalah seorang penyandang Tuli asal Sidoarjo, Jawa Timur yang memiliki ketertarikan di bidang tata rias wajah.

Di bulan Ramadan, aktivitasnya pun tak luput dari pelatihan, seminar, dan workshop daring maupun luring terkait tata rias wajah. Sambil menjalankan ibadah puasa, biasanya remaja usia 15 ini mengikuti kelas daring dari pagi hingga petang.

Menurut sang ibu, Ranti, kondisi disabilitas tidak menyulitkan anaknya untuk melakukan ibadah seperti puasa. Bahkan, Farhan sudah bisa berpuasa penuh sejak usia 8.

Jika tidak ada siaran langsung di Instagram, maka ia belajar sendiri melalui tutorial makeup di YouTube. Segala hal ini dilakukan guna mengasah kemampuan agar cita-citanya sejak kelas 5 SD yaitu menjadi seorang make up artist (MUA) bisa tercapai.

Selain Tuli, Farhan juga menyandang cerebral palsy atau lumpuh otak yang membuat mobilitasnya terbatas. Namun, lagi-lagi hal ini tidak membuatnya mengeluh dan tetap semangat menekuni dunia yang ia cintai.

Keluarga dan pihak sekolah sangat mendukung minat Farhan. Sang kakak selalu bersedia untuk menjadi model untuk kemudian dirias wajahnya. Beberapa tetangga pun kadang ikut membantu menjadi model.

Pengguna kursi roda ini tercatat sebagai siswa kelas 8 di SMPLB Negeri Gedangan, Sidoarjo. Pihak sekolah yang mengetahui bakat Farhan acap kali memanggilnya untuk praktik rias di acara tertentu contohnya acara yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

2 dari 4 halaman

Ikut Komunitas

Ahmad Farhan Winarto
Perbesar
Ahmad Farhan Winarto penyandang Tuli dan CP yang mahir merias sedang membagikan nasi kotak selama Ramadan. Foto: Dokumen pribadi.

Sebagai salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan kemampuan Farhan, sang ibu mendaftarkannya pada komunitas anak spesial di Sidoarjo yakni Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI).

“Saat ini Farhan juga tergabung bersama Yayasan Ananda Mutiara Indonesia di Sidoarjo dan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan Y-AMI seperti kelas YOGA, melukis, membuat kerajinan tangan, dan menjahit,” ujar Ranti mengutip keterangan Y-AMI Jumat (7/5/2021).

Selain tata rias, ternyata Farhan juga memiliki ketertarikan di bidang fashion show. Beberapa video Farhan yang tengah mengikuti ajang fashion show juga diunggah oleh pihak Y-AMI dalam saluran resminya Ananda Mutiara Indonesia.

Di bulan Ramadan ini selain sibuk mengasah kemampuan merias, Farhan juga aktif membagikan nasi kotak atau takjil untuk berbuka.

Kegiatan bagi-bagi nasi kotak ini rutin dilakukan sebulan penuh dan disediakan oleh Y-AMI didukung pihak swasta setempat yang memiliki kepedulian pada anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Jawa Timur.

Menurut Ketua Umum Y-AMI, Yenni Darmawanti, SE, bagi takjil yang dilakukan langsung anak berkebutuhan khusus ini juga sebagai sarana meningkatkan kepercayaan diri pada ABK dan membentuk empati semangat berbagi menebar kebaikan.

“Walaupun dalam kondisi keterbatasan mereka bisa tetap berprestasi dan berbagi dengan sesama saudara yang membutuhkan,” katanya.

3 dari 4 halaman

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas
Perbesar
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓