Jadi Drummer Tuli di Sound of Metal, Aktor Riz Ahmed Tak Sekadar Pelajari Bahasa Isyarat

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 27 Apr 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 18:00 WIB
Sound of Metal
Perbesar
Film Sound of Metal yang dibintangi Riz Ahmed. (Amazon Studios)

Liputan6.com, Jakarta Sound of Metal menjadi salah satu film peraih Piala Oscar 2021 untuk Best Sound. Salah satu yang banyak disorot dari film tersebut adalah penampilan sang aktor, Riz Ahmed, dalam memerankan seorang drummer Tuli bernama Ruben.

Penampilan aktor Inggris-Pakistan itu membuatnya masuk ke nominasi Best Actor di Academy Awards 2021 meski harus kalah dari aktor senior Anthony Hopkins. Namun, ini membuatnya menjadi orang Muslim pertama yang berhasil masuk kategori tersebut.

Dalam memerankan perannya, Ahmed pun mengaku bahwa dirinya mempersiapkan diri dengan mempelajari bahasa isyarat Amerika atau American Sign Language (ASL) selama tujuh bulan, sembari belajar bermain drum.

Kepada Variety, dikutip Selasa (27/4/2021), pemeran film Star Wars Story: Rogue One itu mengungkapkan bahwa Darius Marder, sutradara Sound of Metal ingin agar semua yang ditampilkan terlihat nyata.

"Dia ingin saya tampil di layar dan bermain drum. Dengan membenamkan diri di dalamnya, ketika Ruben fasih dalam ASL, saya bisa mencoba dan sedekat mungkin dengan kefasihan diri, jadi kami bisa berimprovisasi," kata Ahmed.

Ahmed mengatakan bahwa menurut pelatih ASL-nya Jeremy Lee Stone, berkomunikasi dengan bahasa isyarat berbeda dengan komunikasi dalam bahasa Inggris. Menurutnya, bahasa tersebut lebih emosional.

"Anda mendengarkan dengan seluruh tubuh Anda dan berkomunikasi dengan seluruh tubuh Anda," kata aktor 38 tahun pemeran Riot di film Venom tersebut, tentang bahasa isyarat.

2 dari 5 halaman

Pendekatan yang Lebih Inklusif

"Menurut saya, Jeremy dan komunitas tuli mengajari saya arti sebenarnya dari kata mendengarkan dan komunikasi. Ujungnya, itu karena rasa hormat. Saya tidak ingin mengatakan, 'ajari saya beberapa kata dalam ASL,'" kata Ahmed.

Jeremy sendiri mengungkapkan bahwa Ahmed belajar bersamanya dan komunitas tuli selama tujuh bulan, dengan lima hari belajar dalam sepekan. Selain itu menurutnya, Ahmed menginginkan pendekatan komunitas yang lebih inklusif.

"Dia ingin pergi ke acara-acara tuli, bertemu orang-orang tuli, dan melihat komunitas tuli secara mentah dan tanpa saringan, serta masuk ke dunia dan perspektif kami."

Apa yang dilakukan Ahmed pun mendapatkan pujian dari Marder, serta aktor lain dalam film itu, Paul Raci.

Tak hanya bagaimana dirinya belajar ALS, namun juga bagaimana dirinya belajar drum serta menggunakan penghalang pendengaran yang mengeluarkan white noise, agar terlihat lebih otentik dengan karakternya.

3 dari 5 halaman

Memperkaya Hidup

Riz Ahmed
Perbesar
Riz Ahmed (Sumber: Instagram/ @rizahmed)

"Saya sangat kagum dengan dedikasinya, bagaimana dia membenamkan dirinya dalam bahasa isyarat, rasa hormat yang ditunjukkannya pada budaya dan semua orang yang dia temui di lokasi syuting," kata Raci.

"Dia bersedia melakukan sesuatu yang menurut saya melampaui tujuh bulan belajar drum dan mempelajari ASL," kata Marder dikutip dari Sky News.

Ahmed mengatakan bahwa apa yang ia pelajari untuk berperan di film ini adalah sesuatu yang menghasilkan sebuah hubungan yang menyenangkan.

"Saya berharap saat orang-orang melihat filmnya, mereka melihat sekilas kehidupan yang mungkin tidak mereka sadari, dan budaya yang begitu kaya serta memiliki begitu banyak hal untuk ditawarkan."

Menurut Ahmed, tak ada salahnya untuk mempelajar bahasa isyarat apapun bahasanya. "Lakukanlah karena hal itu akan memperkaya hidup Anda dengan persahabatan baru, koneksi baru, dan budaya baru."

4 dari 5 halaman

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
5 dari 5 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓