Meski Lumpuh, Eprisa Tetap Semangat untuk Sekolah Seni dan Bercita-cita Buka Pameran Lukis Sendiri

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 25 Mar 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2021, 10:00 WIB
Rahma Pelukis Disabilitas
Perbesar
Rahma Pelukis Disabilitas. Foto: Kitabisa.com.

Liputan6.com, Jakarta Keadaan tubuh yang lumpuh dari pinggang ke kaki tak menyurutkan semangat Eprisa Nova Rahmawati mengejar cita-cita menjadi pelukis profesional.

Tangannya yang lihai memainkan pensil dan alat gambar membuat gadis usia 18 ini dikenal sebagai pelukis wajah yang karyanya digemari banyak orang.

Sejak duduk di bangku kelas 3 SMP, Rahma, sapaan akrabnya, divonis lumpuh oleh dokter. Kelumpuhannya berawal dari demam yang menjalar ke sekujur tubuh dan tak kunjung sembuh walau telah beberapa kali berobat. Kondisi badan gadis asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini malah sulit digerakkan dan akhirnya lumpuh.

Melihat keadaan tubuhnya, Rahma sempat putus asa. Sehari-hari ia hanya berbaring di kasur dan semua aktivitasnya menjadi terbatas.

“Bahkan dari kelas 3 SMP sampai saat ini Rahma sudah kelas 3 Madrasah Aliyah (MA), ia tidak pernah belajar tatap muka di sekolah. Semuanya kegiatan belajarnya dilakukan di rumah,” mengutip Kitabisa.com, Rabu (24/3/2021).

Namun ia tidak ingin terlalu berlarut dalam keterpurukan, waktu luangnya kemudian digunakan untuk membaca komik, buku ilmu pengetahuan, dan menonton acara motivasi yang membuatnya tetap semangat menjalani hidup.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Simak Video Berikut Ini


Awal Mula Melukis

Rahma Pelukis Disabilitas.
Perbesar
Rahma Pelukis Disabilitas. Foto: Kitabisa.com.

Bakat melukis Rahma mulai terlihat saat ia mencoba meniru gambar karakter manga. Anak pertama dari dua bersaudara ini pun menggambar otodidak dengan pensil dan alat seadanya.

Tak disangka hasilnya pun cukup bagus, hingga akhirnya ia dengan serius menekuni hobi barunya tersebut.

Lama berselang, kegigihan Rahma akhirnya membuahkan hasil, mulai banyak yang memesan dan meminta dibuatkan lukisan. Dengan jemarinya yang cekatan, gambar dengan detail yang rapi dan hampir sempurna pun terlahir.

Atas bakat tersebut, Rahma pun selalu bersyukur dan menyadari bahwa keterbatasan fisik tidak membuatnya berhenti berkarya, bahkan saat ini dengan hasil karyanya ia mampu menyisihkan untuk jajan ia sendiri. Tak jarang keuntungan dari hasil karyanya itu ia sedekahkan juga.

Untuk melanjutkan mimpinya, saat ini Rahma bercita-cita ingin menjadi seorang pelukis handal, setelah lulus MA nanti, ia ingin melanjutkan sekolah ke sekolah seni.

Ia juga bercita-cita ingin membuka pameran lukisannya sendiri, di mana hasil keuntungannya sebagian akan ia donasikan untuk orang-orang yang hampir bernasib sama sepertinya.

Namun, orangtuanya yang bekerja sebagai petani di desa dengan pendapatan tak menentu tidak bisa membantu banyak dari segi materi. Maka dari itu, Kitabisa.com menggalang dana untuk biaya sekolah seni Rahma, donasi dapat disalurkan melalui link https://kitabisa.com/campaign/bantuperjuanganrahma.


Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas
Perbesar
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya