Seorang Anak Difabel Berhasil Menggalang Dana Miliaran Rupiah untuk Amal

Oleh Fitri Syarifah pada 08 Feb 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 08 Feb 2021, 18:00 WIB
Ilustrasi Disabilitas
Perbesar
Ilustrasi Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Seorang anak penyandang disabilitas asal Inggris, Oliver Voysey menggalang dana hingga Rp3 Miliar lebih untuk amal.

Untuk mendapatkan uang, ia berhasil menyelesaikan serangkaian tantangan untuk membantu Calvert Trust outdoor activity centre di Lake District menjelang ulang tahunnya yang ke-13. Pusat aktivitas tersebut terancam bangkrut setelah kehilangan lebih dari £ 1 juta (sekitar lebih dari Rp19 Miliar) karena pandemi COVID-19.

Pusat tersebut membantu anak-anak dan orang dewasa penyandang disabilitas. Keluarga Oliver, ayahnya, Gary dan saudara perempuan Oliver, Elizabeth, rutin mengunjungi pusat tersebut dari rumah mereka di Newcastle.

Oliver berupaya menggalang dana dengan melakukan tantangan, dimulai dari berjalan di atas treadmill selama 13 menit, berdiri sendiri selama 13 detik, dan menyelesaikan jalan kaki 13 menit.

Tak disangka-sangka, hasil penggalangan dana online mengumpulkan lebih dari £ 78.000 (sekitar Rp 1,5 Miliar) dengan £ 108.000 (sekitar Rp 2 Miliar) lebih lanjut berasal dari donasi offline, termasuk pembayaran satu kali anonim sebesar £ 100.000 (sekitar hampir Rp 2 Miliar) dan jumlahnya masih terus bertambah.

 

2 dari 4 halaman

Ibu Oliver kagum dengan anaknya

Ibu Oliver, Sarah, mengatakan keluarga itu kagum dengan keberhasilan penggalangan dana tersebut yang awalnya menargetkan £ 25.000 (sekitar Rp 478 juta).

"Donasi finansial ini akan berdampak besar pada Clavert Trust, tetapi dampak lebih besar yang kami terima yaitu bahwa pesan kami sampai pada orang-orang. Ini penuh emosional dan kami telah menerima begitu banyak panggilan telepon dari orang-orang yang mengucapkan 'terima kasih'," ujar Sarah, dikutip dari BBC. Ia mengungkapkan betapa keluarganya sangat berterima kasih pada Clavert Trust, tempat ia bisa menjadi orang tua seutuhnya, bukan seorang pengasuh, karena instruktur disana membantu mendukung Oliver.

Jelang ulang tahun Oliver pada 30 Januari, keluarganya menyelesaikan sejumlah tantangan dan ia merayakan hari besarnya dengan kue coklat 13 lapis.

Oliver membutuhkan perawatan spesialis karena mengalami cedera otak ketika usianya masih dua hari yang menyebabkan dirinya kehilangan penglihatan, cerebral palsy, epilepsi, autisme dan kesulitan belajar.

Pihak Calvert Trust mengatakan betapa sangat berterima kasihnya mereka, mengucapkan, "Dukungan yang kami terima sungguh luar biasa."

3 dari 4 halaman

Infografis Waspadai 3 Gejala Khusus Covid-19 pada Lansia.

c (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspadai 3 Gejala Khusus Covid-19 pada Lansia. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓