India Rayakan 15th Blind Car Rally untuk Tingkatkan Kesadaran Gangguan Penglihatan

Oleh Fitri Syarifah pada 04 Feb 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 04 Feb 2021, 12:00 WIB
Kenguru
Perbesar
Mobil listrik Kenguru didesain bagi para penyandang disabilitas, terutama pengguna kursi roda (Foto: Grist).

Liputan6.com, Jakarta Sebuah LSM yang bekerjasama dengan Indira Gandhi Rashtriya Manav Sangrahalaya (IGRMS), yang merupakan museum antropologi di Bhopal, India, tahun ini kembali menyelenggarakan 15th Blind Car Rally untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas terutama gangguan penglihatan.

Blind Challenge Car Rally adalah acara tahunan yang mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan penyandang tunanetra.

Selama empat belas tahun terakhir, acara ini diselenggarakan dengan cara yang unik. Biasanya, mobil akan dikemudikan oleh orang yang dapat melihat dan navigatornya adalah orang tunanetra yang membacakan rute yang dalam huruf Braille. Ini adalah acara kecil yang menyenangkan di dalam kota. Mobil pun dikendarai dengan kecepatan lambat.

Direktur IGRMS P K Mishra meresmikan kendaraan tersebut pertama kalinya pada hari Minggu (31/01/2021) dan perjalannya dimulai dari DB City Mall. Mobil pertama dikendarai oleh seorang pemuda bernama Aruneshwar Singh Deo dengan Navigator seorang tunanetra bernama Nisha Ojha, dilansir dari TimesofIndia.

Peta rute reli diberikan dalam Braille kepada mereka saat itu juga. Reli tersebut berjarak 30 kilometer dalam batas Bhopal Municipal. Kontestan yang menyelesaikan dengan poin penalti minimum dinyatakan sebagai pemenang. Poin penalti yang dimaksud berupa 1 poin jika telat setiap menit dan 5 poin jika memasuki check point satu menit lebih awal.

Pelaksanaannya pun mengikuti protokol keamanan dengan ketat. Rute masing-masing peserta kali ini terpisah karena COVID-19. Jumlah pesertanya juga dibatasi karena pandemi, jawab penyelenggara ketika ditanyai soal keamanan acara karena berlangsung di tengah pandemi.

 

2 dari 4 halaman

fakta penting terkait gangguan penglihatan

Dikutip dari CDC, gangguan penglihatan berarti penglihatan seseorang tidak dapat dikoreksi ke tingkat normal. Gangguan penglihatan bisa disebabkan oleh hilangnya ketajaman penglihatan, yaitu ketika mata tidak melihat objek sejelas biasanya. Bisa juga disebabkan oleh hilangnya penglihatan ruang, yaitu ketika mata tidak dapat melihat area seluas biasanya tanpa menggerakkan mata atau memutar kepala.

Adapun beberapa fakta penting terkait gangguan penglihatan, seperti hal ini tidak umum terjadi pada anak-anak. Namun lebih dari separuh anak yang memiliki gangguan penglihatan juga memiliki setidaknya satu gangguan perkembangan lainnya, seperti disabilitas intelektual, cerebral palsy, gangguan pendengaran, atau epilepsi.

Gangguan penglihatan lebih sering terjadi pada orang tua daripada pada anak-anak. Adapun anjing pemandu merupakan mata penuntun bagi orang-orang yang buta atau gangguan penglihatan, yang secara khusus, mereka dibesarkan dan dilatih untuk tugas penting ini.

3 dari 4 halaman

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓