3 Hal yang Bisa Membantu Difabel Ketika Menghadapi Bencana

Oleh Fitri Syarifah pada 19 Jan 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 12:00 WIB
Penyandang Disabilitas
Perbesar
Rafika, penyandang disabilitas asal Sulawesi Tengah dilatih tangguh hadapi bencana alam dan tergabung dalam Ageing dan Disability Focal Point (ADFP). (Printscreen Video CBM Humanitarian Response)

Liputan6.com, Jakarta Penyandang disabilitas akan kesulitan bila terjadi suatu bencana. Ini berarti mereka dapat kehilangan daya untuk peralatan penunjang kehidupan, seperti harus mengungsi tanpa peralatan yang mereka butuhkan, serta kebingungan mencari tempat tujuan karena informasi peringatan dan lingkungan (seperti rumah teman atau keluarga, atau fasilitas evakuasi) tidak dapat diakses.

Itulah mengapa perencanaan bencana penting bagi para difabel. Adapun tiga hal yang harus dilakukan untuk membantu mereka dikala bencana, yaitu sebagai berikut, dilansir dari theconversation.

1. Mendengarkan dan belajar dari penyandang disabilitas

Kita tidak akan pernah memahami atau bahkan menghilangkan hambatan bagi para difabel kecuali kita berpusat pada pengalaman dan keahlian mereka.

Organisasi Penyandang Disabilitas dapat memainkan peran penting dalam kebijakan, perencanaan, dan intervensi bencana dengan mewakili anggotanya dan membiarkan suara mereka didengar. Organisasi-organisasi ini sudah memiliki pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyandang disabilitas dalam keadaan darurat.

Bekerja sama dengan organisasi yang sudah berpengalaman di lapangan seperti mereka dapat membantu merancang panduan prencanaan kesiapsiagaan bencana bagi penyandang disabilitas.

2. Mengikutsertakan pekerja komunitas, kesehatan dan disabilitas ke lapangan

Bagi komunitas yang bergantung seperti difabel, memiliki pendukung dari tenaga medis dan disabilitas akan sangat mereka butuhkan.

Melalui interaksi rutin mereka di masyarakat, penyedia layanan ini mengetahui siapa yang membutuhkan dukungan seperti apa. Mereka mengetahui tempat dan ruang yang dapat diakses. Mereka tahu layanan apa yang tersedia dan bagaimana penyandang disabilitas dapat mengaksesnya selama dan setelah bencana.

Ini akan mengembangkan kemampuan penyedia dalam kesiapsiagaan darurat, meningkatkan kesinambungan layanan, dan meningkatkan pilihan bagi penyandang disabilitas ketika bencana melanda.

 

 

2 dari 4 halaman

3. Petugas lokal perlu mengambil peran yang lebih besar

Petugas lokal memiliki hubungan yang sangat baik dengan kelompok masyarakat dan faktor ini penting untuk pembangunan ketahanan bagi penyandang disabilitas sebelum, selama dan setelah bencana.

Peneliti mengidentifikasi tiga cara petugas lokal dapat berkolaborasi dengan lebih baik dengan penyandang disabilitas, yaitu:

1. Menciptakan kesempatan untuk belajar dari kelompok yang secara tradisional tidak diikutsertakan dalam manajemen darurat dan perencanaan pemulihan bencana. Itu berarti mengadakan lokakarya dan pertemuan yang bertujuan untuk mendengarkan penyandang disabilitas dan jaringan pendukungnya.

2. Mengajukan permohonan hibah untuk mendanai upaya manajemen darurat yang inklusif. Biasanya mereka terdiri dari orang-orang yang ahli dalam proposal dan mendapatkan hibah. Gunakan uang tersebut untuk menyelenggarakan pelatihan, atau cetak dan distribusikan Buku Kerja Kesiapsiagaan Darurat yang Berpusat pada penyandang disabilitas. Sebagaimana yang rutin diselenggarakan oleh Perpustakaan Dewan Regional Mackay untuk orang-orang belajar tentang Kesiapsiagaan Darurat.

3. Memimpin dengan memberi contoh dan menggunakan hubungan dengan kelompok komunitas, olahraga, sekolah, tempat ibadah, dan bisnis untuk membantu warga belajar tentang Kesiapsiagaan Darurat. Dalam pelatihan Kesiapsiagaan Darurat juga biasanya disertai dengan upaya membantu lansia, bagi yang memiliki kondisi kesehatan mental, masalah kesehatan kronis, dan / atau kebutuhan dukungan lainnya. Sehingga masyarakat pun paham dan telah terlatih untuk turut membantu mereka.

Dengan mengadopsi proses Kesiapsiagaan Darurat, akan terbentuk ketahanan yang inklusif. Sistem yang baik dalam perencanaan benacana yang inklusif tidak hanya memastikan para difabel mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, melainkan juga membebaskan layanan darurat untuk fokus dalam menanggapi bahaya. Sehingga membuat seluruh komunitas aman sekaligus meningkatkan ketahanan benacana bagi semua orang.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina

Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓