Sosok Nazario, Penyandang Autisme yang Bacakan Surat Yasin untuk Syekh Ali Jaber

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 18 Jan 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 18 Jan 2021, 15:00 WIB
Nazario Prianggara Kurniawan
Perbesar
Nazario Prianggara Kurniawan penyandang autisme yang bacakan surat Yasin untuk Syekh Ali Jaber. Foto: Yati Mulyati.

Liputan6.com, Jakarta Ulama Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada 14 Januari 2021 lalu, kabar duka ini sontak membuat jamaahnya sedih. Doa-doa pun dipanjatkan mengiringi kepergiannya, salah satunya dari anak penyandang autisme Nazario Prianggara Kurniawan (22).

Syekh Ali memang dikenal memiliki kedekatan dengan anak-anak berkebutuhan khusus termasuk tunanetra dan autisme. Ia sempat membagikan Al-Quran braille digital supaya memudahkan anak tunanetra dalam menghafalkannya.

Nazario atau akrab disapa Dena adalah salah satu penerima Al-Quran dari Syekh Ali Jaber. Ia mendapatkan wakaf tersebut saat acara di Masjid Agung Trans Studio Bandung.

Ibu Dena, Yati Mulyati, menyampaikan bahwa anaknya membacakan surat Yasin khusus untuk Syekh Ali dan menceritakan kesan-kesannya saat bertemu pada 3 Oktober 2019.

“Meskipun lagi camping, Dena tetap membaca Al-Quran surat Yasin untuk almarhum Syekh Ali Jaber. Semoga beliau ditempatkan di sisi-Nya. Aamiin yaa robbal'alamiin,” kata Yati melalui pesan singkat (15/1/2021).

“Syekh sangat baik, santun, ramah, penyabar, penyayang, kalau ceramah sangat menyentuh hati Alhamdulillah saya sudah dua kali ketemu semoga bisa melaksanakan apa yang beliau sampaikan.”

Ia menambahkan, menyimak tausiyah dari Syekh Ali Jaber sangat menyenangkan dan menyejukkan hati. Karena beliau menyampaikannya dengan lemah lembut dan mudah dipahami.

“Beliau sangat ramah dan penuh kasih sayang, kami sangat bersyukur telah bertemu dengan seorang ulama besar Ahlul Quran yang begitu mencintai jamaahnya semoga kami bisa bertemu kembali dengan beliau di Surga kelak aamiin ya Robbal'alamiin.”

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mengenal Nazario

Nazario atau Dena adalah anak dengan brain injury dan autisme. Di usianya yang 22 ia telah mengukir berbagai prestasi terutama di bidang seni.

Hasil lukisnya sempat dijadikan lampion dan diikutkan dalam acara "Warna-Warna" di Jakarta bersama penyanyi Andien.

Ia juga sempat masuk kategori 3 desain terpilih untuk fashion show oleh salah satu merek pakaian. Di sisi lain, 6 Karya lukisnya terpilih untuk ikut "Pameran Virtual Kertas Sejagat" di Galery 10 milik Prof Setiawan Sabana.

Dena juga sempat mengikuti Pameran Virtual Perupa melawan COVID-19 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Prestasinya termasuk 2 desain terpilih untuk merchandise di hari disabilitas internasional yang diselenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Beberapa lukisan dan kriyanya juga ikut dalam acara "Pameran Nasional Corak & Ragam Nusantara" di Garut, Jawa Barat dan berbagai pameran lainnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta
Perbesar
Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓