Program Beli dan Bagi untuk Penyandang Disabilitas Jatim

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 18 Mei 2020, 12:12 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 12:12 WIB
Ilustrasi transaksi

Liputan6.com, Jakarta Pandemi COVID-19 membuat penyandang disabilitas kehilangan pekerjaan atau sepi pelanggan. Untuk menyiasati hal ini Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur menerapkan program beli dan bagi.

Menurut Ketua Umum BK3S Jatim Pinky Saptandari, program beli dan bagi adalah program untuk meringankan beban penyandang disabilitas selama pandemi berlangsung.

“Kami sudah mulai gerak sejak Maret dengan memberi masker, vitamin, susu, sembako tentu jangkauannya tidak bisa seluruhnya tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu banyak pihak yang menitipkan,” kata Pinky dalan konferensi pers BNPB, Minggu (17/5/2020).

“Sekarang sudah 2.500 paket yang kita bagikan, sebagian besar untuk teman disabilitas,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Membeli Produk Penyandang Difabel

Tidak sekadar membagi, Pinky juga menyebutkan program ini berusaha untuk membantu difabel dengan membeli barang dagangan mereka.

“Berusaha tidak sekadar memberi tapi juga membeli produk mereka. Misal, ditawari bumbu pecel walau sebetulnya tidak butuh tapi ya kita beli saja. Karena dengan cara itu kita membantu supaya perekonomian mereka tetap jalan.”

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓