Bisa Dicontoh, Terapi Daring Gratis untuk Anak Difabel

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 05 Mei 2020, 20:21 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 20:21 WIB
konseling dan terapi online/dok. EF

Liputan6.com, Jakarta Masa pandemi COVID-19 mengharuskan beberapa pusat belajar melakukan layanan dari rumah. Sama halnya dengan Pusat Pengembangan Anak Difabel Prayatna di Kochi, India.

Pusat belajar ini mengadakan sesi daring untuk anak-anak penyandang disabilitas beserta orangtua mereka. Anak diberikan sesi terapi dan orangtua diberi sesi konseling.

Sesi daring tersebut telah menerima ulasan yang luar biasa. Pusat ini memiliki cara eksklusif untuk komunitas penyandang disabilitas global selama masa pandemi.

Salah satu murid adalah Devadathan yang berusia enam tahun. Ia mengalami keterlambatan perkembangan. Periode lockdown sangat menyulitkan baginya karena ia tidak dapat keluar rumah.

Ibunya, Hima, juga mengaku mengalami kesulitan untuk mengurus putranya. Maka dari itu mereka mengikuti kelas terapi dan konseling ini.

Dengan mengikuti terapi dan konseling, keadaan mereka berangsur membaik.

“Sesi online ini telah banyak membantu Devadathan. Selain itu, saya juga bisa belajar cara melatih putra saya dari dalam rumah kami. Ia mengalami keterlambatan perkembangan dengan gejala autisme ringan,” kata Hima.

2 dari 3 halaman

Gratis Bagi Semua Jenis Difabel

Menurut penelitian, setidaknya satu dari setiap 100 anak didiagnosis menyandang autisme. Itulah sebabnya ada kebutuhan mendesak untuk menjangkau dan membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Di sisi lain, orangtua mereka pun membutuhkan bantuan mengenai cara mengasuh yang baik.

"Kami selalu memastikan bahwa orangtua hadir bersama anak ketika sesi terapi sedang berlangsung. Jadi sekarang, kami telah memindahkan sesi kami secara online yang membuat segalanya menjadi lebih mudah bagi orangtua juga," ujar Bonny John, Manajer, Prayatna kepada Newz Hook.

"Mereka dapat mengetahui bagaimana setiap sesi terjadi. Ini bermanfaat baik bagi anak dan orangtua."

15 terapis sudah disiapkan untuk berbagai sesi. Orangtua diberikan tips tentang cara melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan sehari-hari.

Mereka juga diberitahu bagaimana terapi dapat dilakukan di dalam rumah dengan nyaman.

“Kami melakukan beberapa sesi online tanpa biaya bagi difabel yang membutuhkan bantuan selama masa Coronavirus ini. Kami juga memberikan solusi, ”kata John.

Setiap sesi berlangsung selama sekitar 45 menit hingga satu jam. Terlepas dari anak-anak dengan autisme, banyak orang lain dengan cerebral palsy dan keterlambatan perkembangan lainnya juga dapat bergabung.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓