Tips Jalani Isolasi Diri Bersama Anak Autis Agar Tetap Kondusif

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 30 Mar 2020, 11:05 WIB
Diperbarui 30 Mar 2020, 11:05 WIB
Orangtua dan Anak
Perbesar
Ilustrasi orangtua dan anak/copyright shutterstock By Nuamfolio

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komite Penasihat di Autism Club India, Anita Pradeep membagikan cara memberi pengertian pada anak autis tentang virus corona. Hal ini berkaitan dengan anak autis yang rentan mengalami gangguan kecemasan akibat hal baru.

Untuk memberi pengertian pada anaknya, Brian, ia menjelaskan tentang corona dengan bahasa yang mudah dipahami. Tak lupa cara mencuci tangan dan perlindungan diri diajarkan.

Memberikan tenggat waktu pada anak untuk tetap tinggal di rumah dirasa perlu. Anita memberi tenggat waktu hingga April mendatang.

 “Setiap hari dia berdoa bahwa ketakutan akan berakhir pada bulan April dan segalanya akan terbuka lagi,” ujar Anita pada Newzhook.com.

Ia menambahkan, penting untuk berbicara dengan anak dengan cara yang tenang. “Aku mendudukkannya dan membuatnya menghitung sampai lima sampai dia tenang. Begitu anak sampai pada kerangka pikiran itu, mereka menjadi lebih reseptif dan perilaku negatif berubah menjadi positif ”.

2 dari 3 halaman

Tips Lain

Kacamata baca (iStock)
Perbesar
Ilustrasi kacamata baca (iStockphoto)

Orang tua dapat membaca atau menonton informasi dan berita terkait Virus Corona sendiri. Sedapat mungkin, anak dijauhkan dari paparan berita-berita yang dapat membuatnya panik, kata Anita.

“Gambar orang yang memakai topeng dan pakaian pelindung dapat meningkatkan kecemasan pada anak autis. Jadi, baca laporan berita jauh dari anak-anak Anda.”

Kurangi pembicaraan tentang topik tersebut. Kecuali jika anak-anak bertanya langsung, pertahankan percakapan seminimal mungkin. Tekankan bahwa rumah adalah tempat paling aman.

Lakukan rutinitas harian di rumah. Pastikan anak bangun dan tidur pada waktu yang sama seperti biasanya. Sisihkan waktu untuk kegiatan seperti melukis dan berolahraga. Ini membuat anak merasa aman.

3 dari 3 halaman

Menyesuaikan Diri

menumis memasak
Perbesar
ilustrasi perempuan di dapur/Photo by Jason Briscoe on Unsplash

Seorang ibu rumah tangga, Preetha Anoop Menon, menghadapi masa karantina di rumah dengan baik. Anaknya, Sivaa, yang menyandang autisme sangat suka pergi keluar untuk wisata kuliner.

Sejak karantina dilakukan, mereka merasa takut untuk pergi ke luar rumah. Maka dari itu, Preetha meningkatkan kemampuan memasaknya.

Preetha melakukan yang terbaik untuk memastikan putranya tidak melihat perubahan dalam rutinitas keseharian dengan memasak sesuatu yang enak setiap hari.

"Setiap hari aku membuatkan makanan untuknya seperti pizza atau muffin, jadi dia tidak merasakan perubahan signifikan".

Lanjutkan Membaca ↓